Pemkot Payakumbuh bangun rumah tenun senilai Rp 830 juta

Pemkot Payakumbuh bangun rumah tenun senilai Rp 830 juta
Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi. ©istimewa
PERISTIWA | 25 Oktober 2016 14:24 Reporter : Haris Kurniawan

Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Payakumbuh melalui Dinas Koperasi UMKM Industri Perdagangan, tengah membangun rumah produksi dan Galeri Tenun di kawasan Tangah Padang, Balai Panjang. Direncanakan, Desember mendatang, rumah atau galeri tenun itu akan diresmikan Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi.

Artinya, kampung pengrajin tenun di Kelurahan Balai Panjang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Sumatera Barat segera dilengkapi dengan rumah tenun.

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi mengatakan, rumah tenun itu dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tahun anggaran 2016 senilai Rp 830 juta. Saat ini, dalam kondisi 45% siap.

Kehadiran rumah tenun berlantai dua dengan tipe bagonjong di Tangah Padang Kelurahan Balai Panjang itu, sebut walikota, bagian dari komitmen pihaknya dalam membina industri kerajinan fashion di kota tersebut.

Dirinya menginginkan, hasil tenun dan bordiran Payakumbuh makin terkenal diseluruh Tanah Air. Di galeri ini, nantinya, para pelaku bordir dan tenun, akan memproduksi hasil kerajinan mereka, sehingga dapat dilihat langsung oleh konsumen yang datang berbelanja.

Sementara itu, Ketua Kelompok Pengrajin Tenun Balai Panjang, Efendi mengaku gembira dengan pembangunan rumah tenun ini. Menurutnya, rumah tenun adalah satu langkah maju bagi pengrajin tenun di Kota Payakumbuh, setelah beberapa tahun ke belakang promosi gencar dilakukan Pemkot dan Dekranasda Payakumbuh.

Dia berpendapat, promosi yang dilakukan begitu berarti bagi kelahiran tenun Balai Panjang. Apalagi, promosi dilakukan di ajang nasional seperti Jakarta Fashion Week dan pemilihan Puteri Indonesia. Nama tenun Balai Panjang adalah identitas pribadi yang sudah diimpikan Efendi dan kawan-kawan sejak lama. Karena sebelum dikenal, hasil tenunan Balai Panjang dipasarkan sebagai tenunan Pandai Sikek, Padang Panjang.

Setelah diberi identitas, dipromosikan, diberi rumah produksi dan galeri, Efendi dan para pengrajin tenun lainnya masih menaruh harapan yang lain kepada Pemkot Payakumbuh. Saat ini, para pengrajin dilema antara modal usaha yang kecil dengan kebutuhan promosi. Para pengrajin kesulitan membuat tenunan yang banyak karena biaya operasional yang besar. Sehingga pilihan motif dan warna untuk dipromosikan menjadi terbatas.

Selain itu, para pengrajin berharap, Pemkot Payakumbuh dan jajarannya dapat mempromosikan tenun Balai Panjang dengan mengenakannya saat bekerja. "Kami berharap Pemko memberikan bantuan modal sekaligus menjadi pembeli produk kami untuk seragam SKPD," harapnya. (mdk/hrs)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami