Pemkot Solo Terima Bantuan Rp 500 Juta untuk Tenaga Medis Tangani Covid-19

Pemkot Solo Terima Bantuan Rp 500 Juta untuk Tenaga Medis Tangani Covid-19
PERISTIWA | 10 April 2020 12:02 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pemerintah Kota Solo kembali menerima bantuan alat pelindung diri (APD) dan alat pendukung pencegahan penyebaran virus Covid-19. Bantuan dari startup platform kesehatan Hellofit senilai Rp 500 juta diserahkan kepada Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo (Rudy) di rumah dinas Loji Gandrung, Jumat (10/4).

"Penyerahan bantuan ini sekaligus menjadi momen diluncurkannya Hellofit.id di Indonesia," ujar Founder dan CEO Hellofit, Vincent Geraldi.

Vincent mengatakan penyerahan bantuan tersebut didasari rasa keprihatinan yang mendalam atas pengorbanan para tenaga medis. Ia menyadari, sebagai petugas di garda terdepan dalam memerangi Covid-19, tenaga medis menbutuhkan perlengkapan yang memadai agar tak terpapar saat berhadapan langsung dengan pasien Covid-19.

Vincent menjelaskan, bantuan yang diberikan antara lain berupa 10.000 botol hand sanitizer, 100 set APD, 100 buah kacamata pelindung, 10.000 lembar masker, dan 2.000 pasang sarung tangan medis.

"Kami menyadari, untuk melawan Covid-19 memerlukan kontribusi dari seluruh anak negeri. Mari kita bahu-membahu untuk membuat Indonesia merdeka dari cengkeraman Covid-19. Bersama, kita pasti bisa," ungkap dia.

Ia menambahkan, Solo dipilih sebagai kota yang pertama kali diberi bantuan karena kota ini dianggap sudah mampu mencegah dan memiliki upaya pengendalian virus Covid-19 yang baik. Namun begitu, tindakan antisipasi tetap perlu dilanjutkan secara ketat dan berkelanjutan oleh setiap orang tanpa terkecuali.

Wali Kota F.X Hadi Rudyatmo mengaku bangga ada anak muda yang tergerak dan membantu. Bantuan tersebut akan sangat menolong menghambat penyebaran Covid-19 di Solo. Pihaknya akan segera nendistribusikan bantuan tersebut ke rumah sakit dan Puskesmas.

Rudy mengaku jumlah APD untuk tenaga medis masih belum mencukupi. Selain telah memesan, pihaknya masih menerima warga atau siapapun yang akan memberikan bantuan. Ia juga meminta setiap warga Solo untuk terus peduli dan memenuhi aturan pemerintah untuk physical distancing dan wajib memakai masker.

"Do manuto, agar kita semua selamat melewati pandemi Covid-19," pungkasnya.

Bantuan serupa hari ini juga diberikan oleh PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Selain APD mereka juga menyerahkan bantuan masker N95 yang akan digunakan oleh para dokter dan tenaga medis yang menangani pasien covid-19.

1 dari 2 halaman

Solo Dianggap Mampu Mengendalikan Penyebaran Covid-19

Vincent mengatakan Solo dipilih sebagai kota yang pertama kali diberi bantuan karena kota ini dianggap sudah mampu mencegah dan memiliki upaya pengendalian virus Covid-19 yang baik. Namun begitu, tindakan antisipasi tetap perlu dilanjutkan secara ketat dan berkelanjutan oleh setiap orang tanpa terkecuali.

"Karena itu Hellofit bergerak turun tangan langsung dalam usaha mencegah virus Covid-19 tersebut, khususnya di Kota Solo," katanya.

Alasan lainnya, Vincent adalah putra asli Jawa Tengah. "Selain itu, saya lahir di Semarang. Sebagai putra asli Jawa Tengah yang masih muda, saya amat bangga meluncurkan aplikasi Hellofit di kota ini," jelas Vincent.

Penyerahan bantuan APD sekaligus menjadi momen peluncuran Hellofit di Indonesia. Rencananya, Hellofit tidak hanya memberikan bantuan di Solo, tetapi juga di kota-kota lainnya. Aplikasi Hellofit dapat diunduh melalui website www.hellofit.id

2 dari 2 halaman

Hellofit, Layanan Kesehatan Era Digital

Hellofit hadir sebagai aplikasi rintisan yang menyediakan layanan kesehatan untuk para penggunanya. User dapat berkonsultasi langsung dengan para dokter yang telah tergabung dalam aplikasi dan mendapatkan informasi kesehatan lainnya. Para pengguna dapat mengakses layanan tersebut secara cuma-cuma didukung oleh para dokter yang secara sukarela menyumbangkan waktunya untuk melayani masyarakat luas.

Menurut Vincent, Hellofit sudah mulai dibuat sejak Oktober 2019. Namun, adanya pandemi Corona ini membuat Hellofit mempercepat kehadirannya di Indonesia. Hellofit, menurut Vincent, adalah jawaban terkait masih kurangnya layanan kesehatan yang mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

"Layanan kesehatan di Indonesia bukan saja masih kurangnya dokter, tetapi juga masih minimnya literasi tentang kesehatan," kata Vincent.

Keunikan aplikasi Hellofit dibanding sejenisnya adalah misi sosial yang diusungnya dan spirit untuk saling berbagi. Vincent menambahkan, "Kami tidak mencari untung saat Covid-19. Malah saat ini kami tidak menjual masker, ataupun peralatan untuk mencegah Covid-19."

Vincent mengatakan, fitur yang dapat diakses di Hellofit saat ini adalah konsultasi dokter. Sambil berjalan ke depannya, aplikasi ini akan berkembang dengan berbagai fitur lain yang akan memudahkan layanan kesehatan bagi masyarakat luas.

Vincent memiliki alasan tersendiri untuk membangun aplikasi kesehatan Hellofit. Baginya, kesehatan itu merupakan prioritas utama. Tak ada artinya memiliki banyak uang atau harta, tetapi dalam kondisi tidak sehat. Vincent ingin melalui Hellofit, kian banyak masyarakat yang terbantu dan memiliki kesadaran tinggi tentang kesehatan (conscious health).

"Ini sesuai dengan filosofi logo kita yang menggunakan lambang hati. Di mana semua niat baik berasal, rasa kasih, empati, dan saya percaya di tengah pandemi yang melanda ini ada banyak hati yang terketuk untuk berbagi," ungkap dia.

Sejalan dengan peluncuran aplikasi Hellofit dan untuk lebih dikenal di masyarakat, bagi yang telah mengunduh aplikasi Hellofit rencananya akan diberikan paket berisi hand sanitizer, masker, dan multivitamin selama persediaan masih ada.

(mdk/rhm)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami