Pemkot Tangsel Perpanjang Masa Tanggap Bencana Covid-19 hingga 29 Mei

Pemkot Tangsel Perpanjang Masa Tanggap Bencana Covid-19 hingga 29 Mei
PERISTIWA | 27 Maret 2020 03:00 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan, melakukan perpanjangan masa tanggap bencana covid-19 di wilayahnya. Saat ini, warga Tangsel terinfeksi covid terus saja bertambah dengan jumlah ODP mencapai 204 orang, 89 orang PDP dan 17 orang positif covid-19.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota Tangerang Selatan, Chaerudin menjelaskan, penambahan masa tanggap darurat ini, diputuskan setelah melihat perkembangan terkini atas pandemi korona yang terjadi di Tangsel, dan sekitarnya.

"Dari semula ditetapkan sampai 1 April, diperpanjang hingga 29 Mei mendatang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota Tangsel, Chaerudin, Kamis (26/3).

Menurut dia saat ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat Tangsel, untuk menekan laju penyebaran virus asal Wuhan tersebut. Salah satunya, berupa imbauan ke tujuh kecamatan di Kota Tangsel.

Sementara Wakil Walikota, Benyamin Davnie menjelaskan salah satu upaya yang sudah dilakukan oleh pemkot adalah memberikan kebijakan kepada siswa untuk belajar dari rumah dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Pemkot lanjut Benyamin juga sudah membuat surat edaran kepada camat, lurah dan seluruh OPD yang bertanggung jawab. Agar bisa memberikan informasi terkait pencegahan penyebaran virus ini.

"Mengingat PDP mengalami peningkatan, maka ini menjadi prioritas kami," kata Benyamin.

Benyamin menegaskan, bahwa pihaknya melalui gugus tugas yang telah dibentuk, serius menangani persoalan penyebaran virus korona ini. Satu upayanya, yakni dengan melakukan pergeseran anggaran yang cukup signifikan untuk program pencegahan dan penanggulang covid-19.

Menurut Benyamin, saat ini pemerintah pusat sudah menetapkan dua rumah sakit rujukan yaitu RSUD Tangerang dan RSUD Banten sebagai lokasi khusus penanganan Covid-19.

Namun dikhawatirkan jumlah yang bisa saja melonjak naik, maka pemkot menjadikan RSU Tangsel sebagai rumah sakit transit.

"Kami juga sedang berupaya, bahwa Puskesmas Pamulang bisa menjadi salah satu lokasi transit masyarakat," kata dia. (mdk/ded)

Baca juga:
Siapkan RS Darurat, Pemkab Bogor Kekurangan Tenaga Kesehatan
Cegah Corona, Pasar Jatinegara Dipasang Ruang Disinfektan
Melonjak 103 Kasus, Pasien Positif Covid-19 di Indonesia Jadi 893 Orang
PMI Jakarta Selatan dan MA Citra Cendekia Bersatu Melawan Virus Corona
Wali Kota Tegal akan Tutup Jalur Perbatasan Pakai Pembatas Beton
Kelebihan Masker Kain Katun, Alternatif Pencegah Virus Corona

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami