Pemprov Banten Dinilai Tidak Serius Tangani Pandemi Covid-19

Pemprov Banten Dinilai Tidak Serius Tangani Pandemi Covid-19
PERISTIWA | 1 April 2020 23:44 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Wakil Ketua DPRD Banten, M. Nawa Said Dimyati menilai, Pemprov tidak serius melakukan penanganan dan pencegahan wabah pandemi Corona. Pihak eksekutif dinilai tidak punya langkah konkret dalam menghadapi virus dari Wuhan, China itu.

"Saya melihat Pemprov tidak begitu serius melakukan pencegahan dan penanganannya," kata Nawa dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/4).

Dia mengatakan, pada 14 Maret 2020, Propinsi Banten tetapkan KLB Covid 19, saat itu baru 2 orang dinyatakan positif Covid-19. Dan setelah 28 hari kemudian jumlah Covid-19 di Propinsi Banten bertambah menjadi 93 orang dimana 13 orang meninggal dunia.

"Dilihat dari bertambah banyaknya korban, masa Pemprov cuma menganggarkan Rp 107,76 miliar, tidak ada satu persen dari total APBD 2020 yang dipatok di angka Rp 13,2 triliun, angka Rp 107, 76 miliar untuk lakukan pencegahan aja enggak cukup," ujarnya.

Politikus Demokrat ini menuturkan alih-alih memberikan stimulus untuk pencegahan dan penanganan, yang ada malah meminta Pemerintah kabupaten/pemkot menggunakan bantuan keuangan Provinsi yang sudah di plot oleh Kabupaten/Kota untuk urusan dasar, baik itu pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

"ini kan menunjukkan Pemprov tak punya strategi, hanya membuat edaran kepada Kabupaten/kota tanpa melihat sisi lain yang dialami oleh mereka," terangnya.

Ia menyayangkan sikap BPBD Banten yang langsung melakukan tindakan secara teknis di lapangan. "Ngapain BPBD Banten dalam hal ini sebagai Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 melakukan langsung penyemprotan disinfeksi di Desa dan kelurahan? Apalagi sebelum beraksi yang dilakukan pasang spanduk bergambar Gubernur dan Wakil Gubernur," kata Nawa.

Ia mengingatkan, ini bukan pertunjukan, tapi lagi perang lawan corona yang hancurkan sendi kehidupan. Dan ia meminta kepada Gubernur itu Wakil Pemerintah Pusat di Daerah, disinfeksi masal bisa diserahkan ke Desa dan Lurah. (mdk/fik)

Baca juga:
BPTJ Rekomendasikan Pembatasan Transportasi Jabodetabek Jika Diterapkan PSBB
Pegawai Kedutaan Amerika di Jakarta Meninggal karena Corona
Polisi Ungkap 18 Kasus Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer
WNI Meninggal di Malaysia karena Corona Bukan Jemaah Tabligh Akbar
Bank DKI Salurkan Ratusan Alat Pelindung Diri ke Sejumlah RSUD di Jakarta
Khofifah: 22 Orang Pasien Positif Corona Sembuh di Jatim

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami