Pemprov Banten Tutup Lokasi Wisata di Zona Merah dan Oranye

Pemprov Banten Tutup Lokasi Wisata di Zona Merah dan Oranye
Wagub Banten Andhika Hazrumy. ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 11 Mei 2021 10:16 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, menyatakan, kawasan pariwisata di zona merah dan oranye yang termasuk dalam kawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro ditutup.

"Penutupan objek pariwisata itu berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan menteri ekonomi," kata dia, di Serang, Banten, Selasa (11/5) seperti dilansir Antara.

Kawasan pariwisata di zona merah dan oranye tentu cukup tinggi penyebaran pandemi Covid-19, sehingga perlu ditutup agar tidak menularkan penyakit yang mematikan itu.

Saat ini, kata dia, di Provinsi Banten cukup banyak kawasan pariwisata mulai wisata pesisir pantai, wisata religius hingga wisata alam.

Keberadaan pariwisata dapat berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, penyerapan tenaga kerja juga meningkatkan pendapatan asli daerah.

Namun, kata dia, pemerintah Provinsi Banten sepakat menutup wisata di zona merah dan oranye guna memutus mata rantai penularan virus Korona. Di kawasan-kawasan pariwisata di luar zona merah dan oranye boleh dibuka dengan aturan jumlah pengunjung maksimal harus 50 persen dari kapasitas.

"Kami minta pelaku usaha pariwisata harus menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun serta mencuci tangan," katanya menjelaskan.

Menurut dia, pemerintah Provinsi Banten berkomitmen mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19 melalui berbagai upaya dilakukan, termasuk dengan instansi terkait untuk memantau pergerakan orang di sejumlah penyekatan guna mengantisipasi mudik Lebaran.

Selama ini, ujar dia, penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten masih risiko tinggi di zona merah dan oranye, yaitu di Cilegon, Kabupaten Serang, Serang, Kabupaten Tangerang, Tangerang dan Kabupaten Tangerang Selatan.

Sedangkan, penyebaran risiko sedang di zona kuning yakni Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. "Kami berharap kedua wilayah itu dapat mempertahankan zona kuning," katanya.

Ia mengatakan, pelaksanaan pelarangan mudik dilakukan dengan kolaborasi bersama Kepolisian Daerah Banten dengan menerjunkan personel di lapangan, baik kelengkapan maupun dukungan dari antigen yang ditempatkan di beberapa tempat penyekatan.

Mereka juga memantau membatasi pergerakan manusia agar tidak terjadi arus pulang kampung Lebaran, karena ada korelasi positif antara libur panjang, liburan, dan pertambahan signifikan kasus Korona.

"Kami minta masyarakat dapat menunda mudik Lebaran dan bisa dilakukan silaturahmi dengan anggota keluarga melalui virtual," kata dia. (mdk/bal)

Baca juga:
Kasus Covid-19 Meningkat, Seluruh Objek Wisata di Sumbar Ditutup saat Libur Lebaran
Tempat Wisata di Yogyakarta Tetap Dibuka Selama Libur Lebaran
Strategi Pemprov Jabar Antisipasi Lonjakan Wisatawan Libur Lebaran
Amankan Idulfitri, Polres Kupang Kota Siapkan 8 Pos Pengamanan
Aturan Lengkap Pengendalian Aktivitas Warga DKI selama Libur Lebaran

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami