Pemprov Jabar Alokasikan Anggaran Rp16 T untuk Penanganan Virus Corona

Pemprov Jabar Alokasikan Anggaran Rp16 T untuk Penanganan Virus Corona
PERISTIWA | 3 April 2020 17:24 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp16 triliun untuk penanganan covid-19 di 27 kabupaten dan kota. Anggaran itu digunakan untuk bantuan sosial dan program padat karya.

"Anggaran itu terbagi atas Rp3,2 triliun bantuan sosial dan Rp13 triliun untuk program padat karya setelah pandemi berakhir," kata Gubernur Ridwan Kamil dalam telekonferensi dengan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin dilansir Antara, Jumat (3/4).

Ridwan menjelaskan bahwa bantuan sosial senilai Rp3,2 triliun tersebut untuk keluarga miskin di Jawa Barat. Dengan perincian setiap kepala keluarga mendapatkan uang tunai Rp150 ribu dan bantuan pangan nontunai senilai Rp350 ribu.

Terkait jumlah KK yang berhak menerima bantuan tersebut, Ridwan mengatakan bahwa saat ini jajarannya masih melakukan pendataan.

"Kami menyiapkan masing-masing Rp500 ribu, minggu depan kami bagikan, yang terbagi sepertiga cash dan dua pertiga sembako. Sembakonya kami beli dari pasar-pasar supaya pedagang tetap hidup. Kalau tidak cukup, baru kami beli dari Bulog," katanya menjelaskan.

1 dari 1 halaman

Untuk mengantisipasi adanya warga yang merasa kurang mampu dan tidak terdata, Pemprov Jabar akan melakukan pendataan gelombang kedua dengan cara memverifikasi data warga tersebut.

"Sebagai cadangan, jika masih ada warga yang komplain, saya akan kasih spare 20 persen untuk memastikan pendataan gelombang kedua bagi mereka yang terlewat. Akan tetapi, mereka harus mengajukan argumentasi, saya akan bikin komite yang memberikan approval terhadap gelombang kedua ini," katanya.

Terkait dengan padat karya, Ridwan Kamil mengatakan bahwa nilai anggaran tersebut telah mendapatkan persetujuan dari DPRD Provinsi Jawa Barat.

Anggaran senilai Rp13 triliun tersebut akan digunakan untuk membuka lapangan kerja bagi warga Jawa Barat yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan sebagai dampak dari virus corona.

"Jadi, setelah pandemi turun, ya, mudah-mudahan akhir Juni, diprediksi banyak pengangguran. Itu akan kami kerjakan dalam program padat karya senilai Rp13 triliun," ujarnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Sejumlah Toko di Pasar Baru Tutup Akibat Corona
Kapasitas Ruangan Pasien Corona di Jawa Timur Diklaim Meningkat 2 Kali Lipat
Anies Terima Rp 327 Juta dari Liga Muslim Dunia untuk Tenaga Medis di DKI
Ganjar Siapkan Anggaran Tangani Dampak Virus Corona di Jawa Tengah
Ironi Tenaga Medis Kekurangan APD, Lepas Praktik Langsung Produksi Pelindung Wajah

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami