Pemprov Jabar Lanjutkan Revitalisasi Rumah Dinas Gubernur dan Gedung Sate

PERISTIWA | 25 Januari 2020 00:34 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan Rp 23 miliar untuk melanjutkan proyek revitalisasi Gedung Sate. Selain perbaikan sarana, anggaran itu akan digunakan untuk patung dan kubah masjid.

Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jabar, Iip Hidajat menyebut proyek ini adalah lanjutan dari apa yang sudah diselesaikan pada tahun lalu dengan anggaran Rp 14,9 miliar. Revitalisasi yang dilakukan meliputi taman bagian depan dan belakang.

Tahun ini, menyebut ada beberapa hal yang akan dibenahi. Yakni, untuk lahan parkir kendaraan sehingga lebih tertata. Lalu penambahan asesoris agar Gedung Sate lebih estetis. Apalagi, Gedung Sate diproyeksikan bisa menjadi tempat pertunjukan seni budaya untuk menarik wisatawan.

"Ada pembangunan kubah masjid dan pendirian patung dengan tema Jabar dari Selasar Sunaryo. Kemudian, ada sedikit perbaikan taman dan lahan parkir motor. Lahan parkir mobil belum kita lakukan sekarang jadi bertahap," kata dia di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

Selain Gedung Sate, program revitalisasi pun menyentuh rumah dinas Gubernur Jawa Barat atau sering disebut Gedung Pakuan dengan anggaran Rp 5,8 miliar dan Lapangan Olahraga Saparua Rp 8,1 miliar.

1 dari 1 halaman

Perbaikan untuk Gedung Pakuan lebih berfokus pada pembenahan interior. Karena gedung tersebut masuk cagar budaya, semua pembangunan akan melibatkan ahli di bidang tersebut. Sedangkan untuk Lapangan Saparua menata sarana seperti WC dan fasilitas penunjang yang lain.

"Tiga bangunan itu berhubungan erat dengan sejarah. Kami berkoordinasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) untuk mendapatkan rekomendasi," terangnya.

Sebelum merealisasikannya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang fokus dalam penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK). Setelah rampung baru berlanjut pada lelang DED (detailed engineering desingn) dan lelang penyedia jasanya.

Untuk diketahui, tahun lalu, revitalisasi Gedung Pakuan sempat menuai kontroversi. Pasalnya, salah satu fasilitas yang dibangun adalah kolam renang dengan anggaran Rp 1,2 miliar.

Humas pelaksana proyek dari PT Artikon, Muhamad Djadjuli pengerjaan dalam proyek ini meliputi dua titik. Yang pertama, di taman belakang, kedua ada di tengah tengah yang lingkup pengerjaannya lebih kecil.

Kolam renang dibuat dengan panjang 29 meter dan lebar empat meter serta kedalaman sekitar 1,25 meter. Kolam tersebut terbagi dua, yakni kolam utama dan kolam kecil atau jacuzi. Penambahan fasilitas tempat duduk pun dilakukan seperti di hotel berbintang.

Ia menuturkan, pembangunan kolam renang itu menelan dana sebesar Rp 1,2 miliar berdasarkan rencana anggaran belanja (RAB). Namun secara keseluruhan, proyek revitalisasi taman di Gedung Pakuan menelan anggaran sebesar Rp 4 miliar.

"(Fasilitasnya) Ada gazeebo, ruang bilas, dan untuk relaksasi. Kolam renang itu ada di RAB diangka Rp1,2 miliar kurang lebih. Keseluruhan (revitalisasi Gedung Pakuan) Rp4 miliar," pungkasnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Jawa Barat Berpotensi Terpapar Virus Corona
Ridwan Kamil Sebut Wacana Pengaturan Naskah Khotbah Jumat Arahan Kemenag
Ridwan Kamil: Omnibus Law Jangan Jadi UU Sapujagat
Periksa 8 Orang, Polisi Dalami Dugaan Unsur Pidana Terkait Sunda Empire
Pemprov Jabar Siapkan Rp1,5 miliar untuk Penanganan Pascabanjir dan Longsor di Bogor

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.