Pemprov Jabar Sebut Belum Ada Daerah Mengajukan Izin Penerapan New Normal

Pemprov Jabar Sebut Belum Ada Daerah Mengajukan Izin Penerapan New Normal
PERISTIWA | 3 Juni 2020 19:27 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah membuat daftar daerah yang bisa menerapkan new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB). Namun, sejauh ini belum ada satu daerah pun yang membuat surat pengajuan untuk menerapkannya.

Diketahui, ada 15 daerah di Jawa Barat yang dianggap bisa menerapkan fase new normal. Daerah tersebut adalah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka.

Lalu, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Cirebon, Kota Sukabumi dan Kota Tasikmalaya.

Hal itu berdasarkan hasil penghitungan mengukur level kewaspadaan dari sembilan indeks. Yaitu laju ODP, laju PDP, laju kasus positif, laju kematian, laju kesembuhan, angka reproduksi covid, laju transmisi, laju pergerakan lalu lintas dan manusia serta risiko geografis.

Daud Achmad, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, mengatakan pemerintah daerah kabupaten/kota yang ingin menerapkan AKB, harus lebih dulu mencabut status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI) yang nantinya difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Status AKB di 15 Kabupaten kota, sampai dengan saat ini belum ada yang mengajukan izin melalui provinsi untuk mencabut status PSBB-nya," ucap dia saat konferensi pers daring, Rabu (3/6).

"Semuanya masih berproses terkait dengan kajian epidemiologinya, pelayanan kesehatan sebagai syarat untuk bisa diajukan daerah untuk menerapkan AKB," ia melanjutkan.

1 dari 1 halaman

Positif Covid Bertambah

Di sisi lain, ia mengungkapkan perkembangan data Covid 19 di Jabar per 3 Juni, yakni angka positif tercatat sebanyak 2.314 orang. Jumlah itu bertambah sebanyak 20 orang dibandingkan data sehari sebelumnya. Kemudian, jumlah yang meninggal pun mengalami peningkatan.

"Ada penambahan 20 orang (positif Covid-19), dari angka kemarin yang 2294. Kemudian, yang meninggal cukup signifikan, dari kemarin di 144, sekarang 151. Ada 7 orang yang meninggal. Angka sembuh meningkat, kemarin di angka 619, sekarang 648 orang yang sudah sembuh," terang dia.

Sementara itu, status PDP per hari ini masih di angka 1.620 orang. Menurun dari kemarin 1.624 orang. Total semuanya 8.512 orang. Angka ODP per hari ini total sebanyak 50.791 orang. Dari angka itu, yang masih dalam pemantauan sebanyak 4.258 orang, menurun dari kemarin 4.799 orang.

"Mudah-mudahan yang positif menurun di dua minggu ke depan. Untuk diketahui juga angka indeks reproduksi (Rt) (Covid-19) per tanggal 26-29 Mei itu di angka 0,97. Sekarang di angka 0,67. Mudah mudahan terus menurun," pungkasnya. (mdk/lia)

Baca juga:
Ketua DMI Bertemu Jokowi Bahas Pelaksanaan Salat Jumat Jelang New Normal
Pemerintah Soal Kenormalan Baru: Hidup Berdampingan Dengan Covid-19 Sementara Waktu
JK Tinjau Kesiapan Masjid Agung Al-Azhar Gelar Kembali Salat Jumat
Wuling dan Rumah Zakat Donasi Ratusan Masker & Sembako di Jabar dan Yogyakarta
Baturraden Bersiap Sambut 'New Normal', Ini Protokol yang Disiapkan
PT PP Bentuk Tim Task Force Jalankan Bisnis di Era New Normal

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami