Pemprov Jabar Siap Hadapi Gelombang Kedua Covid-19

Pemprov Jabar Siap Hadapi Gelombang Kedua Covid-19
PERISTIWA | 26 Mei 2020 20:13 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Pemerintah Jawa Barat sudah siap dengan serangan gelombang kedua dari Covid-19. Semua fasilitas untuk hal terburuk, seperti ruang kesehatan sudah disiapkan.

Sejak pandemi terjadi, ruang kamar perawatan dan isolasi di rumah sakit rujukan baru terisi sebanyak 30 persen. Artinya ada sekira 70 persen yang masih kosong dan siap dihuni.

"Sebetulnya Jabar dengan persiapannya mudah-mudahan bisa saya katakan kita sudah siap, mudah-mudahan gelombang kedua ini tidak terjadi," kata Sekretaris sekaligus juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid19 Jabar, Daud Achmad, Selasa (26/5).

"Mudah-mudahan tidak terisi kemudian tempat isolasi yang kita buat di BPSDM kemudian juga di BPSDM ada 100 yang kosong dari 200 yang kita siapkan, kemudian juga di instalasi militer di sana juga sudah siap menampung tapi belum digunakan," ia melanjutkan.

Penyiapan fasilitas ini ia sebut sebagai langkah antisipasi. Apalagi, tempat isolasi tidak hanya disediakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat saja, pemerintah kabupaten dan kota sudah pula mempersiapkannya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah pula menyatakan kesiapan melaksanakan kehidupan new normal (normal baru). Fokus yang segera dibenahi berkaitan dengan pemulihan ekonomi.

Indikator kesiapan menjalankan fase new normal didasarkan pada hasil evaluasi PSBB tingkat Provinsi Jawa Barat melalui analisa risiko kesehatan dan non kesehatan yang menghasilkan level kewaspadaan di tiap daerah.

Pelaksanaan era new normal tetap mengacu pada peraturan pemerintah nomor 21 tahun 2020 tentang PSBB jadi protokol kesehatannya tetap, juga peraturan menteri kesehatan nomor 9 tahun 2020 sekaligus mengenai protokol kesehatan di tempat kerja dan industri.

Untuk memulihkan perekonomian, pihaknya berencana membuka kembali toko, restoran maupun mall dalam waktu dekat. Meski begitu, ada penyesuaian mekanisme yang ketat berkaitan dengan pencegahan penyebaran Covid-19. Di sisi lain, pelaksanaannya pun akan melanjutkan tes masif untuk mengetahui pemetaan sekaligus memutus rantai penyebaran virus.

"Jadi kalau di mal, dibatasi lah jumlah yang masuk, sebelum masuk mall cuci tangan dan di dalam kita memakai masker kemudian juga antara kita dengan penjual tetap menjaga jarak termasuk juga dengan pengunjung lainnya, itu yang harus diterapkan," kata dia. (mdk/rhm)

Baca juga:
Wali Kota Bekasi Izinkan Rumah Ibadah di Zona Hijau Dibuka Pekan Depan
Mensos Sebut Kota Depok Salah Satu Penerima Bansos Terbesar
Rapid Test Massal, Pemkot Surabaya Temukan 2.080 Orang Reaktif
Transmisi Lokal, Tiga Orang Dinyatakan Positif Covid-19 di Kota Denpasar
Tembus 868 Kasus, Kini Seluruh Daerah di Sumsel Terpapar Covid-19
Pimpinan Positif Covid-19, Dua Puskesmas di Medan Ditutup

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5