Pemprov Jabar Terus Tes Acak Covid-19 ke Wisatawan, Yang Reaktif Langsung Di Swab

Pemprov Jabar Terus Tes Acak Covid-19 ke Wisatawan, Yang Reaktif Langsung Di Swab
PERISTIWA | 1 November 2020 01:02 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melakukan pengetesan secara acak kepada wisatawan di 54 titik destinasi di 14 kabupaten/kota. Bodebek menjadi salah satu wilayah yang mendapat atensi khusus karena berdekatan dengan DKI Jakarta sebagai episentrum Covid-19.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Jabar, Daud Achmad, menyatakan tes acak metode rapid tes merupakan salah satu upaya menekan potensi penambahan kasus di Jawa Barat.

"Memang kita mengadakan tes acak untuk mereka yang ada di pusat kerumunan seperti tempat wisata atau pasar," ujar Daud dalam konferensi pers, Sabtu (31/10).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Dedi Taufik, menyebut berdasarkan data per Kamis (29/10), daerah Kabupaten Bogor paling banyak menemukan wisatawan yang reaktif Covid-19. Pengetesan secara acak ini terus berlangsung hingga cuti bersama dan libur panjang berakhir pada Minggu (1/11/20).

"Dari 900-an wisatawan yang di-rapid test ada sekitar 50 orang reaktif. Sedangkan di Pangdaran dari 77 pengetesan hanya ada 1 orang yang reaktif. Yang reaktif langsung menjalani swab test dan hasil baru keluar tiga sampai empat hari," kata Dedi.

Berdasarkan data yang dirangkum Satgas Penanganan Covid-19 Jabar pada Jumat (30/10/20) pukul 21:00 WIB, sebanyak 78 wisatawan reaktif rapid test dalam operasi gabungan Satgas Penanganan COVID-19 Daerah Provinsi Jabar dan kabupaten/kota di 14 daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar yang juga Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Jabar, Marion Siagian, mengimbau wistawan dan masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan menaati protokol kesehatan.

Marion memastikan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan dan petugas yang bertugas dalam pengetesan. Satgas Penanganan Covid-19 Daerah Provinsi Jabar pun sudah mengirim sebanyak 26.700 alat rapid test, 1.935 APD lengkap, dan 14.400 Viral Transport Medium (VTM), kepada kabupaten/kota. VTM merupakan tempat penyimpanan spesimen sampel lendir tenggorokan hasil uji usap.

"Kami berupaya memetakan penyebaran serta mengendalikan lonjakan kasus Covid-19 setelah masa libur panjang selesai," pungkasnya. (mdk/lia)

Baca juga:
100 Orang Reaktif di Masa Libur Panjang, Emil Minta Pembatasan di Kawasan Wisata
Pemprov Jabar Mulai Distribusikan Bansos Tahap 3
Jabar Tertinggi Kasus Korupsi, Ini Pesan Gubernur Ridwan Kamil untuk Kepala Daerah
Pemprov Jawa Barat Siapkan Pelatihan Cyber Security Bagi 6.000 Siswa SMK
El Akui Pernah Rebutan Cewek dengan Al dan Dul, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami