Pemprov Jambi Sebut Karhutla Sebabkan Perekonomian Melemah

PERISTIWA | 23 September 2019 23:32 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Asisten Pemerintah Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jambi, Apani Saharudin mengatakan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyebabkan roda perekonomian di wilayahnya melemah. Sebab, masyarakat memutuskan untuk tetap di rumah lantaran asap.

"Agak berdampak pada ekonomi masyarakat, karena masyarakat agak enggan keluar, lebih banyak aktivitas di dalam ruangan, kondisi pasar terutama pasar rakyat tidak begitu ramai sebagaimana biasanya," katanya di Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Senin (23/9).

Bahkan, dia mengungkapkan, masyarakat harus tak merasakan Car Free Day (CFD) di Jambi dalam beberapa minggu terakhir‎. Di pendidikan, sekolah-sekolah banyak yang diliburkan karena asap.

"Beberapa minggu ini CFD di Jambi tidak dilakukan lagi. Aktivitas sekolah beberapa kali mulai SD,SMP, SMA terpaksa diliburkan‎. Mereka diminta belajar di rumah," ujarnya.

Dalam peristiwa tersebut, Apani mengakui, kalau kondisi di Jambi sungguh tak baik. Terutama pada saat malam hari.

"‎Kualitas udara di Jambi itu fluktuatif ya, tidak stagnan. Kadang kondisi udara terburuk itu pada malam hari. Sudah beberapa kali, malam hari udaranya buruk. Setiap hari selalu berubah, dari Dinas Lingkungan Hidup Jambi pantau terus kualitas udara," pungkasnya.

Baca juga:
2019, Luas Karhutla di Indonesia Capai 328.724 Hektare
Wiranto Harap Hujan Bisa Selesaikan Masalah Kebakaran Hutan dan Lahan
Terbang ke Amerika Saat Karhutla, Gubernur Jambi Hadiri Hari Pramuka Dunia
Polda Sumsel Rekomendasikan Cabut Izin PT HBL karena Langgar Aturan
Pelaku Karhutla, Direktur PT HBL Akui Tak Miliki Personel & Alat Atasi Kebakaran
Pemprov Jambi Gratiskan Biaya Rumah Sakit Warganya yang Menderita ISPA
Terlibat Kasus Karhutla, Direktur PT HBL Dikenakan Pasal Berlapis

(mdk/fik)