Pemprov Jateng Anggarkan Rp 253,7 Miliar untuk Insentif Guru Keagamaan

Pemprov Jateng Anggarkan Rp 253,7 Miliar untuk Insentif Guru Keagamaan
PERISTIWA | 5 Maret 2020 17:04 Reporter : Haris Kurniawan

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menganggarkan insentif pengajar keagamaan senilai Rp 253,7 miliar untuk tahun 2020. Anggaran itu untuk 211.455 orang, mulai dari guru madrasah diniyah, pondok pesantren, TPQ, sekolah minggu (Katolik/Kristen), vijjalaya (Budha) hingga Pasraman (Hindu).

Anggaran ini meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 205,36 miliar. Jumlah penerima juga bertambah menjadi 40.324 orang dengan nilai insentif yang diterima Rp 1,2 juta per tahun yang dicairkan setiap tiga bulan.

Adapun rinciannya, Islam 206.302 guru (22.924 lembaga), Kristen 4.057 guru (1.661 lembaga), Katolik 434 (76 lembaga), Budha 498 guru (40 lembaga) dan Hindu 164 guru (61 lembaga).

"Tahun 2019, penerima insentif sebanyak 171.131 guru. Tahun ini ada peningkatan menjadi 211.455 penerima," kata Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Jateng Imam Maskursaat konferensi pers di Lantai 1 Kantor Gubernur, Rabu (4/3).

Imam menjelaskan, bantuan diberikan sebagai apresiasi Pemprov Jateng kepada guru agama dengan syarat, para penerima berasal dari lembaga pendidikan keagamaan nonformal yang terdaftar pada Kantor Kementerian Agama kabupaten dan kota setempat.

Selain itu, mereka juga diusulkan oleh lembaga pendidikan keagamaan nonformal kepada Kantor Kemenag setempat, memiliki surat mengajar, memiliki rekening bank aktif atas nama penerima bantuan insentif dan berdomisili di Jateng.

Ditambahkan, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, insentif ini juga diberikan sebagai pemenuhan saat janji kampanye Gubernur Jawa Tenga Ganjar Pranowo, beberapa waktu lalu. Ganjar–Yasin berjanji membangun pendidikan keagamaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) pondok pesantren.

"Janji ini langsung kami tunaikan, agar pembangunan mental dan spiritual anak-anak kita lebih baik. Mentalnya baik, tidak mudah terpapar hoax. Bisa juga menjadi modal untuk membuka usaha," kata Taj Yasin, Kamis (5/3).

Dengan adanya insentif ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban masyarakat, khususnya guru agama, sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah.

"Kalau soal jumlah, harapan kami tiap tahun bisa bertambah nominalnya untuk per orangnya. Dengan mereka sejahtera, upaya pengentasan kemiskinan di Jateng juga terlaksana. Apalagi, selama Maret 2019 – September 2019 jumlah orang miskin di Jawa Tengah telah berkurang 63.830 ribu orang atau 0,22 persen," jelasnya.

"Saya berharap, di akhir masa jabatan kami, angka kemiskinan dapat ditekan di bawah 2 digit. Tiada gading yang tak retak, saya menyadari masih banyak kekurangan di dalam upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah. Untuk itu, partisipasi publik menjadi sangat penting," tambahnya.

Selain memberikan insentif pengajar keagamaan, Pemprov Jateng juga mengucurkan bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) senilai Rp 26,57 miliar untuk 177.114 siswa Madrasah Aliyah (MA) negeri dan swasta. Jika diakumulasikan, total dana yang akan dicairkan sebesar Rp 281 miliar. (mdk/hrs)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami