Pemprov Jateng Pastikan Stok Oksigen Cukup untuk 3 Bulan ke Depan

Pemprov Jateng Pastikan Stok Oksigen Cukup untuk 3 Bulan ke Depan
Pasien Covid-19 jalani perawatan intensif di RS Bogor. ©REUTERS/Willy Kurniawan
PERISTIWA | 22 Juni 2021 07:04 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Dinkes Jawa Tengah menyebut masalah menipisnya pasokan oksigen di sejumlah rumah sakit sudah diselesaikan. Menipisnya pasokan oksigen tersebut dikabarkan oleh Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Adib Khumaidi.

"Saya kira bagus untuk waspada. Sebenarnya menipis iya, tapi tidak ada masalah sebenarnya. Justru jangan menimbulkan kepanikan. Saat ini stok oksigen cukup untuk tiga bulan ke depan setelah mendapat suplai atau pasokan dari perusahaan pemasok," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo saat ditemui di Pemprov Jateng, Senin (21/6).

Dia menjelaskan masalah saat itu pemakaian meningkat drastis sehingga armada yang mengangkut oksigen dari perusahaan pemasok sedikit. Untuk menyiasati ketersediaan, pihaknya berusaha cari armada tambahan.

"Seperti itu pengiriman menggunakan armada kurang, sedangkan pemakaian meningkat. Kita cari rental untuk pengiriman," ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan ketersediaan oksigen untuk penanganan kasus Covid-19 di Jateng aman.

"Kami mengantisipasi adanya cerita-cerita soal oksigen. Saya tadi sudah panggil industri dan suplier, akan kami atur agar regulasinya tertata. Hal ini penting agar isu pasokan oksigen menipis tidak ke mana-mana. Sebenarnya soal isu kekurangan oksigen kemarin itu, sudah saya telepon dan saya bereskan. Tapi karena mungkin teman-teman panik, jadi sudah disebarkan ke mana-mana," kata Ganjar Pranowo.

Dia menuturkan sebenarnya stok oksigen di Jateng masih cukup tertangani. Stoknya ada dan suplainya cukup. "Tapi tadi sudah diantisipasi, kalau memang tinggi permintaannya, akan diambilkan dari Jatim dan Jabar. Itu tidak sulit, tinggal transporternya saja yang harus dibahas. Jadi saya hanya ingin memastikan itu," jelasnya.

Ke depan, pihaknya mengatakan akan memperbaiki regulasi terkait penyediaan oksigen itu agar lebih tertata.

"Kami akan libatkan BUMD agar bisa mengatur. Jadi, setiap rumah sakit nanti bisa lapor dalam satu titik, sehingga betul-betul tidak kesulitan. Tadi sudah kami bahas dengan distributor dan sepakat," ungkap Ganjar.

Diberitakan, Sekertaris Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi), Lia Gardenia Partakusuma mengkhawatirkan pasokan oksigen di tengah lonjakan kasus Covid-19. Ia juga mengatakan telah mendapat laporan tentang adanya kekurangan tabung oksigen di Jawa Tengah. (mdk/ray)

Baca juga:
RSUD Kota Bekasi Kelebihan Kapasitas Pasien Covid-19
Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Depok Capai 96,36 Persen
Pemkot Depok Tutup Sementara Bioskop dan Tempat Wisata
Wali Kota Semarang Bakal Tambah 400 Tempat Tidur Pasien Covid-19
Anies: Dari 100 Orang Positif Covid-19, 25-30 Persen Perlu Penanganan Rumah Sakit

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami