Pemprov Riau Klaim Bandrol Biaya Test Swab Paling Murah se Indonesia

Pemprov Riau Klaim Bandrol Biaya Test Swab Paling Murah se Indonesia
PERISTIWA | 2 Juni 2020 15:21 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Biaya tes swab untuk Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Riau senilai Rp1,7 juta menjadi polemik. Namun, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi mengklaim tarif itu paling murah se-Indonesia.

"Untuk biaya tes swab mandiri di Provinsi Riau, paling murah dari daerah lain di Indonesia," katanya, Selasa (2/6).

Di Kalimantan, dia mencontohkan, pemerintah daerah di sana mematok harga Rp2,1 juta untuk satu orang warga yang ingin tes swab mandiri.

"Selanjutnya, di Lab Biomolekurel FA UI (Universitas Indonesia) Swab seharga Rp1,8 juta dan di Laboratorium Ifman sebesar Rp1.750.000. Itu tarif di setiap masing-masing rumah sakit," jelasnya.

Yovi menyebutkan, pemerintah memang memungut biaya bagi masyarakat yang ingin melakukan tes swab. Karena pengadaan alat swab merupakan anggaran milik pemerintah.

"Setiap masyarakat yang telah melakukan tes swab, biayanya Rp1.700.000 itu akan disetorkan ke kas daerah. Karena itu adalah uang rakyat," ungkapnya.

1 dari 1 halaman

Sementara itu, Dirut RSUD Arifin Ahmad, dr Nuzelly menambahkan, pemeriksaan hasil swab yang dijalankan melalui Laboratorium Biomolekuler RSUD tidak dijadikan bisnis.

Pihaknya mengaku hanya memfasilitasi bagi warga yang ingin tes swab melalui jalur mandiri, sebagai syarat untuk bepergian keluar kota, terutama ke Jakarta.

"Karena pemerintah mewajibkan setiap orang yang masuk ke suatu wilayah harus menunjukkan hasil swab, dari daerah asal," katanya.

Nuzelly mengatakan, sebelumnya tes swab Laboratorium Biomolekuler RSUD hanya difokuskan untuk memeriksa pasien dalam pengawasan (PDP) di Riau. Sedangkan, dibukanya tes swab jalur mandiri ini merupakan atas saran Gubernur Riau Syamsuar, yang menginginkan difasilitasi dan meringankan warga yang akan ke Jakarta.

"Tes swab mandiri ini, bukan untuk tujuan komersil. Tapi bagaimana memfasilitasi masyarakat yang harusnya tidak bepergian. Yang jelas prinsipnya harus tidak bepergian masyarakat keluar daerah seperti ke Jakarta, yang mengharuskan ada hasil swab," jelas Nuzelly.

Menurutnya, hal itu sesuai dengan aturan pemerintah bagi yang memang butuh ke Jakarta. Penerapannya, sesuai standar dari pemerintah gugus tugas.

"Kalau surat untuk keluar tidak mungkin masyarakat menggunakannya. Masyarakat bisa memahami begitulah caranya supaya tugas kita juga terakomodir," jelasnya.

Nuzelly juga menyampaikan, pada intinya masyarakat harus menjaga kesehatan dan tidak bepergian dulu kecuali penting. Selain itu, dia mengatakan pemerintah tidak mungkin membiayai semua masyarakat yang ingin keluar Riau dengan hasil swab secara gratis.

Dia menyarankan, agar warga Riau, lebih baik jangan bepergian dulu, karena pihaknya tidak membiayai tes swab untuk keperluan pribadi. Tes swab tersebut lebih diperuntukkan bagi warga yang memiliki urusan penting karena tugas perusahaan, atau ada keluarga yang meninggal, pihaknya memfasilitasi dengan biaya standar.

"Sekarang ini bagaimana kita memutus mata rantai Covid-19, apalagi di Riau sekarang pasien positif semakin rendah, dan kalau bisa dipertahankan sampai pasien positif di Riau nol. Jangan sampai orang masuk bebas ke Riau, kita harus disiplin lagi," tutup Nuzelly. (mdk/fik)

Baca juga:
Percepat Pemeriksaan Sampel Covid-19, Sumsel Tambah Laboratorium dan 3 Mesin TCM
Hingga 1 Juni 2020, Sudah 232.113 Orang Dites Covid-19 di Indonesia
818 ABK Kapal Nieuw Amsterdam dan Carnival Splendor Masih Tunggu Hasil Swab
Wagub Tjokorda Oka: APD dan Alat Tes Covid-19 di Bali Masih Cukup
Begini Cara Wuhan Tes Massal Covid-19 kepada 11 Juta Warga dalam Dua Pekan
Pemerintah Aceh Gratiskan Rapid Test dan PCR untuk Warganya

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5