Pemprov Setuju Rekomendasi UMK Jawa Barat 2020

PERISTIWA | 21 November 2019 22:46 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyetujui rekomendasi Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Tahun 2020. Besaran upah secara keseluruhan naik 8,51 persen disesuaikan dengan PP No 78 tahun 2015 tentang pengupahan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ade Afriandi menyatakan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil sudah menyetujui usulan dari kepala daerah di Jawa Barat.

Ini merupakan tindak lanjut dari penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang berlaku mulai 1 Januari mendatang sebesar Rp1.810.351,36 melalui SK Gubernur Nomor 561/Kep.1046-Yanbangsos/2018 Tentang UMP Jabar 2020.

Mengacu kepada rekomendasi dari formulasi melalui surat edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, UMK terbesar di Jabar berlaku di Kabupaten Karawang yakni Rp4.594.324,54 atau naik 8,51 persen dari tahun lalu 4.234.010,27.

1 dari 1 halaman

UMK Terkecil Kota Banjar

Sementara rekomendasi angka terkecil yakni Rp1.831.885 diberikan untuk Kota Banjar dari yang sebelumnya hanya 1.688.217,52. Sehingga rata-ratanya, UMK di kabupaten/kota Jabar berkisar Rp2.963.497.

"Iya semua tetap mengacu (kenaikan) 8,51 persen sesuai usulan bupati/wali kota. Gubernur (Jabar) sudah menyetujui, kata dia, Kamis (21/11).

Pihak buruh pun sudah bertemu dengan pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diwakili Wakil Gub Jabar Uu Ruzhanul Ulum. Hanya saja, ia menyadari bahwa penetapan ini akan mendapat keluhan.

"Kalau nanti ada pemahaman berbeda, kan ada forum lain. Karena tidak semua kebijakan memuaskan semua pihak," ucapnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Pemprov Jatim Tetapkan Besaran UMK untuk 38 Kota dan Kabupaten
UMP Aceh Tahun 2020 Naik Jadi Rp3,1 Juta, Berlaku untuk Karyawan Lajang
Soal UMP 2020, Begini Saran Kadin Agar Pengusaha Asing Tak Kabur dari Indonesia
Kenaikan UMP Dikhawatirkan Bikin Pelaku Usaha Angkat Kaki dari Indonesia
Ini 4 Provinsi dengan UMP Paling Tinggi Sementara
UMP di Ibu Kota Baru Ditetapkan Rp 2,9 Juta di 2020