Pemprov Sumsel Bolehkah ASN Mudik Pakai Mobil Dinas

PERISTIWA » MALANG | 23 Mei 2019 01:36 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan membolehkan aparatur sipil negara (ASN) menggunakan mobil dinas untuk mudik lebaran. Sementara Pemkot Palembang melarang dengan alasan diluar kegunaan.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, pembolehan tersebut harus dengan syarat mengajukan izin pinjam pakai kendaraan terlebih dahulu kepadanya. Artinya, ASN yang bermaksud membawa mudik mobil dinas terkoordinir.

"Boleh, tapi ajukan izinnya dulu ke saya," katanya, Rabu (22/5).

Izin itu juga, kata dia, berfungsi untuk mengontrol kendaraan yang dipakai sehingga dapat dipertanggungjawabkan jika terjadi sesuatu. Pimpinan setiap instansi mesti memastikan kendaraan dinas berada di orang yang mengajukan izin.

"Tidak boleh langsung pakai begitu saja," ujarnya.

Kebijakan berbeda justru dikeluarkan Pemkot Palembang. Kabag Humas Setda Kota Palembang Amiruddin Sandi mengungkapkan, pihaknya melarang penggunaan mobil dinas dengan tujuan mudik lebaran karena melanggar fungsinya.

"Kebijakan ini sudah diintruksikan oleh pak Sekda, mobil dinas dilarang dibawa buat mudik lebaran," kata Amiruddin.

Menurut dia, mobil dinas diizinkan dioperasikan pada lebaran nanti jika terbentur keperluan mendadak. Itupun harus melaporkan pengajuan langsung ke Sekda Palembang.

"Harus betul-betul mendesak, itu pun izin dulu karena mobil dinas tidak bisa dipakai sembarangan," pungkasnya.

Baca juga:
ASN di Kabupaten Tangerang diperbolehkan mudik pakai mobil dinas
Pemkot Bekasi perbolehkan mobil dinas dipinjam untuk mudik
PNS Kota Malang dilarang pakai mobil dinas untuk mudik Lebaran
Revisi kebijakan, Pemkot Solo larang kendaraan dinas untuk mudik
Bupati Bantul izinkan mobil dinas dipakai pulang kampung asal masih wilayah Jateng
Wali Kota Solo setuju kendaraan dinas digunakan untuk mudik Lebaran
Menpan-RB tegaskan PNS eselon IV ke atas dilarang mudik pakai mobil dinas

(mdk/fik)