Pemprov Sumut Kirim Tim Pelajari Merkuri Cemari Madina

PERISTIWA | 21 November 2019 03:00 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara membentuk tim untuk meneliti kasus kelahiran bayi tidak normal di Kabupaten Madina. Mereka akan memastikan kejadian itu akibat kawasan tercemar merkuri dari pertambangan ilegal atau tidak.

"Sudah dibentuk tim ditangani yang pertama adalah diketahui secara pasti bahwa merkuri membuat seperti yang saat ini terjadi," ucap Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Medan, Rabu (20/11).

Mulai hari ini juga disosialisasikan bahaya penggunaan merkuri kepada warga Madina. Selain itu, masyarakat juga diperingatkan untuk tidak melakukan aktivitas tambang liar di sana.

"Kalau masih tidak mau dengar ya kita tindak," ucap Edy.

1 dari 1 halaman

Terpapar Merkuri

Pertambangan liar di Madina menjadi perhatian setelah munculnya 6 kelahiran bayi dengan kelainan di sana. Tiga dari enam ibu bayi itu memang bekerja di pertambangan. Mereka diduga terpapar merkuri.

Merkuri dari pertambangan itu juga diperkirakan sudah mengontaminasi kawasan sekitar, karena ada ibu yang tidak bekerja di sana melahirkan bayi dengan kelainan.

"Merkuri tidak mesti harus bekerja di situ baru kena, tidak, (bisa juga) melalui air, ikan, sayur-sayuran yang terdampak merkuri, yang dimakan orang," sebut Edy.

Dia mengatakan, jumlah pertambangan ilegal di Madina juga masih diselidiki. "Inilah sedang sedang diteliti nanti kepastiannya agar disampaikan," jelas Edy. (mdk/noe)

Baca juga:
Bupati Madina Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Atasi Merkuri Akibat Tambang Ilegal
Polda Jatim Bongkar Skincare Mengandung Merkuri Beromset Rp1,6 M per Bulan
Bahayakan anak-anak, Jokowi haramkan penambang gunakan merkuri
RI Penghasil Merkuri, Pemerintah Masukkan Dalam Kategori Barang Haram
Panasonic Indonesia jadi yang pertama kembangkan baterai non Merkuri
Polda Sumsel sita 15 ribu kosmetik diduga mengandung merkuri