Penagih Pinjol: Bergaji Rp15 Juta Sebulan Hingga Kirim SMS ke Ribuan Nomor

Penagih Pinjol: Bergaji Rp15 Juta Sebulan Hingga Kirim SMS ke Ribuan Nomor
Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Yogyakarta. ©2021 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama
NEWS | 22 Oktober 2021 10:37 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Salah seorang tersangka penagih pinjaman online atau pinjol membeberkan awal mula dirinya masuk ke dunia pekerjaan tersebut, hingga ternyata mengirimkan pesan singkat bernada teror ke nasabah.

Pelaku berinisial HH (35) menyampaikan, dirinya sebelumnya seorang wirausaha yang kemudian mendapatkan tawaran pekerjaan untuk mengirimkan SMS ke berbagai nomor telepon.

"Awal direkrut hanya dibilang untuk mengirim SMS," kata HH di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (21/10) malam.

HH kemudian menyanggupi pekerjaan tersebut. Terlebih, nyatanya dia tidak dapat mengetahui isi dari SMS yang dikirimkan ke sejumlah nomor tujuan.

"Seiring berjalannya waktu kita tahu itu adalah pinjol. Awalnya nggak tahu. (Tahunya) dari narasi SMS yang kita terima," jelasnya.

Meski begitu, HH tetap melanjutkan pekerjaan tersebut hingga tepat 9 bulan sebelum akhirnya ditangkap polisi. Pasalnya, gaji yang diterimanya setiap bulan mencapai Rp 15 juta.

"Kita bukan bagian neror. Kita hanya meneruskan SMS. Kita bukan yang neror," kata HH.

Tersangka lainnya berinisial AY juga membenarkan pengakuan HH. Dirinya sejauh ini sudah 3 bulan bekerja dan tetap menjalani aktivitas penagihan lantaran butuh uang.

"Sudah sadar sebelum ditangkap. Cuman kan namanya butuh duit. Gaji Rp 5 juta per bulan," ujar AY.

Dalam prosesnya, para pelaku menyiapkan laptop, koneksi wifi, dan alat modem pool yang digunakan untuk kartu sim card teregistrasi dan sudah diaktivasi. Kartu sim card kemudian dicolokkan ke mesin yang sudah terisi paket SMS dan disambungkan ke software komputer.

Setelah itu, SMS pun otomatis akan terkirim ke berbagai penerimanya. Untuk isinya sendiri bercampur, antara penagihan dan tawaran pinjaman utang.

"100 ribu sampai 150 ribu nomor, SMS. Campur promosi sama penagihan," AY menandaskan.

HH ditangkap polisi di kediamannya, kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Sementara AY dibekuk di Apartemen Laguna Pluit, Jakarta Utara.

Reporter: Nanda Perdana Putra/Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Polisi Tangkap 2 Tersangka Terkait Pinjaman Online Ilegal di Pontianak
Begini Cara Kerja Pinjol Ilegal Menyebar SMS Berisi Tagihan
Pengakuan Pengirim SMS Pinjol Ilegal yang Buat Ibu di Wonogiri Gantung Diri
OJK: Pinjol Ilegal Marak karena Rendahnya Pemahaman Masyarakat
Polisi Minta Masyarakat Abaikan Tawaran Pinjol Ilegal, Segera Melapor Jika Diteror
Sejak 2021, OJK Tasikmalaya Terima 200 Laporan Warga Diteror Pinjol Ilegal
Polresta Surakarta Terima Laporan 17 Korban Kasus Pinjol

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami