Penagih Utang Ibu Kombes Via Instagram Dituntut 2 Tahun Penjara

Penagih Utang Ibu Kombes Via Instagram Dituntut 2 Tahun Penjara
PERISTIWA | 14 Juli 2020 20:32 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Sidang perkara pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan terdakwa Febi Nur Amelia (29) memasuki agenda tuntutan. Perempuan yang didakwa mencemarkan nama baik saat menagih utang melalui Instagram ini dituntut dengan hukuman 2 tahun penjara.

Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randy Tambunan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (14/7). Dia meminta agar majelis hakim yang diketuai Sri Wahyuni menyatakan Feby terbukti melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Menyatakan terdakwa Febi Nur Amelia telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik," sebut Randy.

"Dua, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Febi Nur Amelia dengan pidana penjara selama 2 tahun," lanjutnya.

Setelah mendengar tuntutan JPU, majelis hakim meminta pendapat Febi. "Menurut saya kurang pas," kata perempuan yang tinggal di Kompleks Menteng Indah ini.

Hakim Sri Wahyuni menyatakan, ini masih tuntutan. Dia memberi kesempatan kepada terdakwa dan penasihat hukumnya untuk menyiapkan nota pembelaan yang dijadwalkan akan dibacakan dua pekan ke depan.

Dalam perkara ini, Feby diperkarakan Fitriani Manurung yang merasa telah dicemarkan nama baiknya karena disebut berutang di dalam postingan Instastory yang dibuat perempuan itu.

1 dari 1 halaman

Perkara ini berawal pada Selasa (19/2/2019) sekitar pukul 21.00 WIB, Fitriani diberitahu adiknya mengenai postingan Febi di akun Instagramnya. Warga Kompleks Menteng Indah ini membuat Instastory yang isinya "SEKETIKA TERINGAT SAMA IBU KOMBES YG BELUM BAYAR HUTANG 70 JUTA TOLONG BGT DONK IBU DIBAYAR HUTANGNYA YG SUDAH BERTAHUN-TAHUN @FITRI_BAKHTIAR. AKU SIH Y ORANGNYA GK RIBET KLO LAH MMNG PUNYA HUTANG INI ORANG SUSAH BGT PASTINYA AKU IKHLASKAN TAPI BERHUBUNG BELIAU INI KAYA RAYA JADI HARUS DIMINTA DONK BERDOSA JUGA KLO HUTANG GK DIBAYAR KAN @FITRI_BAKHTIAR. Nah ini Yg punya Hutang 70 Juta Ini foto diambil sewaktu Dibandarjakarta Horor klo ingat yg beginian Mati nanti bakal ditanya lho soal hutang piutang."

Postingan Febi itu dinilai telah menghina dan mencemarkan nama baik Fitriani Manurung yang mempunyai akun Instagram @FITRI_BAKHTIAR.

Febi beralasan membuat postingan Instastory itu dengan tujuan untuk menagih utang Fitriani senilai Rp 70 juta yang belum dibayar sejak 12 Desember 2016. Dia mengaku memegang sejumlah bukti kuat terkait utang Fitriani kepadanya.

Sementara Fitriani membantah punya utang pada Febi. Menurut Fitriani, Instastory yang dibuat terdakwa sudah merugikannya.

Dalam persidangan, Febi mengungkapkan bahwa Fitriani berutang dengan alasan ingin membelikan tas untuk istri petinggi Polri. Fitriani mengakui uang ditransfer ke rekening suaminya, Kombes Pol Drs Ilsaruddin, namun dia justru menyatakan Febi minta dibelikan tas branded. Hal ini dibantah Febi. (mdk/fik)

Baca juga:
Polri Minta Korban Ujaran Kebencian di Media Sosial Tidak Segan Membuat Laporan
Polda NTB Tangani Dugaan Pelanggaran UU ITE Mantan Anggota DPRD Lombok Timur
Polisi Segera Gelar Perkara Tentukan Status Said Didu yang Dilaporkan Luhut
Pengunggah Video Dokter Telanjang di Surabaya Ditangkap
Komisi III Minta Polisi Tak Sembarangan Tangkap dan Jerat dengan UU ITE
Buruh Serabutan Ditangkap usai Samakan Polisi dengan Binatang

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami