Penampakan Lukisan Purbakala Tertua Dunia Berumur 44.000 Tahun di Goa Sulsel

PERISTIWA | 12 Desember 2019 12:37 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tim peneliti dari Pusat Peniliti Arkeologi Nasional bersama tim peneliti dari Griffith University, Australia dan beberapa lembaga lainnya menemukan lukisan gua tertua di dunia. Lukisan ini diperkirakan berumur 44 ribu tahun.

Lukisan tersebut bergambarkan sekelompok figur setengah manusia dan setengah hewan yang sedang berburu hewan mamalia besar dengan tombak dan tali. Lukisan gua tersebut terletak di situs Leang Bulu' Sipong 4 yang merupakan satu dari ratusan gua di daerah Karst Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Penelitian yang ini dipimpin oleh Priyanto Hadi Sulistyo dengan mitra peneliti dari Evolution and Rock Art Heritage, Profesor Maxime Aubert, Profesor Adam Brumm dari The Australia Research Center for Human Evolution, dan Adhi Agus Oktaviana dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional serta Basran Burhan.

Temuan ini bermula pada 2017 saat tim peneliti menemukan situs Leang Bulu' Sipong 4. Dan mereka menemukan lukisan tersebut pada 2014 lalu.

©Liputan6.com/Yopi Makdori

"Tim yang sama menemukan bahwa gua sekitar kawasan Karst Maros-Pangkep sebagai salah satu motif lukisan gua tertua di dunia sekitar 40 ribu tahun yang lalu. Dengan motif stensil tangan berwarna merah," kata Adhi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Metodelogi pengukuran usia lukisan tersebut dengan menggunakan cara peluruhan radioaktif dari uranium dan elemen lainnya. Dan dilurukan dengan mineral pembentukan di Leang Bulu' Sipong 4.

"Penanggulangan radiocarbon ini dilakukan oleh University of Queensland's Radiogenic Isotope Facility sebagai bagian dari kerjasama geochronology dengan Griffith (University)," kata Adhi.

Sementara itu Oktaviana menyebutkan bahwa pemburu yang digambarkan pada dinding gua tersebut adalah sosok sederhana dengan tubuh seperti manusia dengan kepala atau bagian tubuh lainnya berasal dari burung, reptil, dan spesies endemik Sulawesi lainnya. Rupa seperti itu dalam istilah arkeologi dikenal dengan "Therianthropes".

"Hal ini merupakan pertama kalinya lukisan gua yang digambarkan secara mendetail narasi visual dan berasal dari awal masa seni cadas di seluruh dunia. Padahal selama ini diketahui seni cadas pertama ditemukan di Eropa yang menggambarkan simbol abstrak," ucap Oktaviana.

Menurut Adhi, lukisan Therianthropes ini merupakan bukti tertua bagi kemampuan manusia untuk mengimajinasikan keberadaan supernatural yang merupakan titik permulaan panglima terhadap kepercayaan rohani.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Profesor Brumm, lukisan tersebut menunjukkan bukti tertua kapasitas otak manusia untuk memahami hal-hal yang berada di luar nalar sebagai bentuk konsep dasar keberadaan agama modern.

"Manusia pertama di Indonesia telah menciptakan sebuah karya seni yang mengekspresikan pemikiran spiritual tentang ikatan khusus antara manusia dan hewan jauh sebelum seni serupa ditemukan di Eropa. Yang selama ini kerap dipercayai sebagai akar dari kebudayaan keagamaan modern," jelasnya. (mdk/ded)

Baca juga:
VIDEO: Hikayat Pulau Penyengat, Negeri Para Penyair Melayu
Indonesia Diprediksi Punya Warisan Budaya Musik Klasik Berusia 1.200 Tahun
UNESCO: Borobudur adalah Contoh Paling Hebat dari Harmonisasi Agama
Situs Triton Ditemukan di Teluk Wondama Papua Barat
Viral 'Benda Pusaka' Dibungkus Kain Putih Bisa Bantu Dirikan 1.000 Gedung
Petani di Madiun Temukan Ribuan Keping Uang Kuno Seberat 5 Kg

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.