Penanganan Covid-19 di Sulsel Terkendala Hoaks dan Provokasi

Penanganan Covid-19 di Sulsel Terkendala Hoaks dan Provokasi
PERISTIWA | 10 Juni 2020 11:29 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan penanganan Covid-19 di wilayahnya terkendala informasi hoaks. Dia menyebut, penyebaran virus Corona sebenarnya sudah bisa dikendalikan.

Namun, rantai penularan terjadi lagi setelah sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab menyebarkan kabar bohong kepada masyarakat Sulawesi Selatan bahwa Covid-19 tidak berbahaya.

"Memang masalah yang kita hadapi adalah masih adanya sekelompok orang yang terus melakukan, menyebarkan berita-berita hoaks, terutama tidak usah dipedulikan covid, covid itu tidak berbahaya. Itu banyak yang membuat masyarakat jadi bimbang," katanya dalam Talk Show 'Masa Transisi di Sulawesi: Strategi dari Zona Merah ke Zona Hijau?' yang disiarkan YouTube BNPB Indonesia, Rabu (10/6).

Akibat informasi hoaks itu, masyarakat mulai melanggar protokol kesehatan. Masyarakat juga mulai meragukan kebenaran informasi yang disampaikan pemerintah.

Selain informasi hoaks, aksi provokasi juga terjadi di Sulawesi Selatan. Nurdin menyebut, berkali-kali terjadi pengambilan paksa jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) oleh pihak keluarga dari rumah sakit.

"Perebutan jenazah ada di 3 rumah sakit itu menjadi kluster baru," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Nurdin memastikan, pihaknya tak akan tinggal diam atas aksi kelompok yang tidak bertanggung jawab ini. Dia memastikan sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan untuk memburu penyebar kabar bohong dan pelaku provokasi tersebut.

"Sekarang kita lebih aktif untuk memburu orang-orang itu," pungkasnya.

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kemarin, jumlah kasus positif di Sulawesi Selatan kembali meningkat. Total kasus kini sudah mencapai 2.194, terjadi penambahan 180 kasus dari sehari sebelumnya.

Tercatat sebanyak 704 orang berhasil sembuh. Terjadi penambahan sebanyak 31 kasus sembuh kemarin.

Sementara kasus meninggal sebanyak 97. Terjadi peningkatan sebanyak 3 kasus. (mdk/fik)

Baca juga:
Penelitian: Anjing Bisa Deteksi Virus Corona dari Pasien Positif Covid-19
5 Cara Memakai Toilet Umum yang Aman Selama New Normal, Cegah Penularan Covid-19
Penumpang di Pelabuhan Padangbai Turun 95 Persen
Jokowi Sambangi Kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19
Covid-19 Perparah Penyakit Kencing Manis Pasien Positif di Denpasar Hingga Meninggal
Permenhub Tak Bertaji di Awal Masa Transisi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami