Pencarian 61 Warga yang Hilang di NTT Terhambat Cuaca Buruk

Pencarian 61 Warga yang Hilang di NTT Terhambat Cuaca Buruk
Cuaca Buruk Hambat Pencarian 61 Warga yang Hilang di NTT. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 7 April 2021 21:42 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengungkapkan bahwa cuaca buruk menjadi kendala utama dalam mencari 61 warga yang masih dinyatakan hilang akibat bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Alat berat yang diharapkan dapat membantu proses pencarian belum bisa dikirimkan ke lokasi karena kapal pengangkutnya belum dapat berlayar.

Saat ini tim Basarnas mencari korban yang hilang menggunakan peralatan seadanya. Padahal kata Doni, sebagian wilayah juga mengalami tanah longsor yang dipenuhi bebatuan besar. Dia pun berharap malam ini cuaca bersahabat sehingga proses evakuasi bisa dilakukan secepat mungkin.

"Cuaca masih belum begitu bagus, sejumlah kapal yang mengangkut alat berat masih belum berlayar. Mudah-mudahan cuaca malam ini semakin baik, sehingga alat berat bisa dikirim dari Larantuka ke Pulau Adonara," kata Doni dalam konferensi pers virtual, Rabu (7/4).

Bukan hanya pengiriman alat berat untuk evakuasi saja yang terganggu, pengiriman logistik juga terhambat karena hujan lebat dan berkabut. "Tadi saya sama Pak Gubernur semula mau ke Adonara tapi hujan lebat di Larantuka, di Adonara berkabut, jadi penerbangan mengalami hambatan," ujarnya.

"Semoga besok cuaca membaik sehingga daerah yang terisolir bisa terjangkau," harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi juga berharap cuaca bisa segera membaik. Senada dengan Doni, Henri membenarkan bahwa proses evakuasi warga yang hilang menjadi lebih sulit karena peralatan yang seadanya.

"Kita berharap cuaca bisa membaik sehingga peralatan untuk membantu proses pencarian bisa segera tiba, sehingga bisa memenuhi tugas utama, yaitu mencari dan menemukan orang-orang yang dinyatakan hilang, seperti arahan Pak Jokowi," kata Henri

Untuk mempercepat pencarian warga yang hilang, dia mengatakan bahwa pihaknya akan menambah jumlah pasukan. Rencananya, Basarnas akan menambah puluhan personel inti. Namun pemberangkatan mereka juga tertunda karena tingginya gelombang laut.

"Kapal dari Kupang sampai sekarang belum bisa berangkat karena tingginya gelombang, sehingga belum memungkinkan kapal untuk masuk ke Flores atau daerah bencana," ujarnya.

Sebagai informasi, bencana yang melanda NTT sejak 4 April lalu mengakibatkan 138 orang meninggal dunia, 1.700 KK atau 4.829 jiwa terdampak. BNPB juga mencatat ada 1.992 rumah rusak. Rinciannya, 688 rumah rusak berat, 272 rusak sedang, dan 154 rusak ringan. Sementara itu, 87 fasilitas umum terdampak, 24 di antaranya rusak berat. (mdk/yan)

Baca juga:
Cegah Penularan Covid-19, BNPB Tak Bangun Huntara di Pengungsian Bencana NTT
BNPB: 138 Warga Meninggal Dunia akibat Bencana di NTT
1.992 Rumah Rusak akibat Bencana di NTT, 87 Fasilitas Umum Terdampak
Mensos Risma Cerita Sulitnya Salurkan Bantuan ke Korban Bencana di NTT
Antar Bantuan ke Lokasi Bencana, Kapolda NTT Sewa Sepeda Motor

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami