pencarian kapal

Berbagai upaya pencarian KM Sinar Bangun di Danau Toba

Berbagai upaya pencarian KM Sinar Bangun di Danau Toba
pencarian kapal. ©2018 Merdeka.com
PERISTIWA | 25 Juni 2018 23:59 Reporter : Achmad Fajar

Merdeka.com - Secercah harapan muncul ketika Basarnas berhasil menemukan posisi KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba pada hari Minggu pukul 11.12 WIB.

Dirut Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo mengatakan, Basarnas bersama Mahakarya Geo Survey Ikatan Alumni ITB mengerahkan peralatan untuk mencari KM Sinar Bangun.

Berdasarkan identifikasi yang dilakukan, diketahui posisi KM Sinar Bangun berada pada koordinat 2,47 derajat lintang utara dan 98,6 derajat bujur timur.

Sedangkan posisi kapal diperkirakan pada kedalaman 450 meter di bawah permukaan air.

Sebelum ditemukan, berbagai upaya sudah dilakukan untuk mencari kapal nahas itu. Dari alat canggih hingga dukun, berikut 5 upaya menemukan KM Sinar Bangun:

1. Scan Sonar

pencarian kapal

pencarian kapal ©2018 liputan6.com

Pemindai atau scan sonar, pendeteksi logam di dalam perairan berkemampuan daya jelajah 2.000 meter diturunkan, Minggu (24/6/2018), untuk mencari KM Sinar Bangun, kapal tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara. Tim tersebut dipimpin Kepala Basarnas, M Syaugi, dan turut bersamanya Bupati Simalungun, JR Saragih.

Kakansar Medan, Budiawan, mengatakan pihaknya juga tetap memberdayakan scan sonar di kedalaman 600 meter untuk mencari para penumpang kapal tenggelam di Danau Toba, pada 18 Juni tersebut.

2. Helikopter

pencarian kapal

pencarian kapal ©2018 liputan6.com


Tim pencari juga memberdayakan satu unit Helikopter Dauphin A 365 N3+ HR-3604 untuk pantauan udara dan mengerahkan tim relawan darat menyusuri pinggiran pantai.

3. Perahu Karet

pencarian kapal

pencarian kapal ©2018 Merdeka.com

Sementara, pencarian di atas permukaan air menggunakan 17 perahu karet dan kapal cepat sampai radius 40 kilometer dari perkiraan koordinat titik kapal tenggelam di Danau Toba tersebut.

4. Upacara Adat

pencarian kapal

pencarian kapal ©2018 liputan6.com

Selain Basarnas, warga juga memiliki cara sendiri untuk mencari KM Sinar Bangun. Acara adat dilakukan di perairan Danau Toba menggunakan "gondang batak" untuk mencari penumpang hilang. Pemantauan di Posko Utama Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sabtu 23 Juni 2018, acara adat juga menghadirkan sejumlah penari tor-tor tradisional.

5. Dukun

pencarian kapal

pencarian kapal ©2018 liputan6.com

Selain acara adat, warga juga menghadirkan paranormal atau biasa dikenal dengan sebutan sebagai "orang pintar" yang akan memanjatkan doa di lokasi tenggelamnya kapal kayu tersebut. Orang pintar atau dukun tersebut, juga memberikan berupa sesajen berupa beras, telur, dan perlengkapan lainnya di tempat karamnya kapal kayu di perairan Danau Toba.

Berdasarkan keputusan itu diambil melalui musyawarah antara Basarnas, pemerintah daerah, aparat setempat dan keluarga korban, proses pencarian korban penumpang dan bangkai KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Senin (18/6), dipastikan akan dihentikan Selasa (3/7).

Sumber: Liputan6.com

(mdk/mg2)

Baca juga:
Basarnas duga ada penumpang KM Sinar Bangun selamat tak melapor
Basarnas dan TNI AL masih pastikan objek diduga KM Sinar Bangun
Pencarian korban KM Sinar Bangun di Danau Toba kembali terkendala cuaca
Kapolri sebut tenggelamnya KM Sinar Bangun tak murni kesalahan Nahkoda
Menhub bakal bentuk panitia khusus awasi operasional kapal angkut



Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami