Pencopotan Baliho Pemenangan 02 di Garut Nyaris Bentrok

PERISTIWA | 7 Mei 2019 23:45 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Brigade 02 Kabupaten Garut, Selasa (7/5) sore memasang sejumlah baliho hasil pleno KPU untuk pemilihan Presiden-Wakil Presiden. Panwascam Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut bersama Satpol PP pun hendak mencabutnya mengacu pada edaran Bawaslu RI, namun dalam prosesnya sempat terjadi ketegangan bahkan hampir terjadi kontak fisik.

Ketua Panwascam Tarogong Kidul, Geri Muzayyin mengaku pihaknya menerima laporan tentang pemasangan spanduk pernyataan kemenangan paslon 02 di Garut. Pihaknya sendiri menerima intruksi dari Bawaslu RI yang diamanatkan ke Bawaslu Kabupaten Garut.

"Isi intruksinya adalah masyarakat harus menjaga kondusifitas sebelum pengumuman resmi dari KPU RI nanti 22 Mei. Kami melakukan pencopotan ini karena khawatir yang sifatnya klaim meski ini memang benar hasil pleno di daerah. Yang kita antisipasi adalah reaksi balik dari lainnya yang menganggap bahwa kemenangan itu sifatnya nasional," kata Geri.

Ia menyebut bahwa selaku pengawas, tugasnya adalah menjaga kondusifitas, apalagi saat ini ada di bulan suci Ramadan. Dalam prosesnya pun pihaknya bersama Satpol PP Kabupaten Garut karena secara materi isi bukanlah alat peraga kampanye.

Geri menegaskan apa yang dilakukan pihaknya merupakan bagian dari menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah pasca pemilu. "Dan dalam proses ini sempat ada penolakan dari tim 02. Sempat adu argumen, sifatnya arogansi. Tidak sampai kontak fisik karena langsung ada anggota dari kepolisian," ucapnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya sendiri, pemasangan baligho tersebut dilakukan sore tadi di sejumlah tempat, salah satunya di Bundaran Simpang Lima. Ia menegaskan bahwa dengan adanya pemasangan tersebut harus ada penertiban.

"Harus diturunkan, ditertibkan. Kalau ada pihak yang berkepentingan keberatan berhak protes ke Panwaslu atau Bawaslu. Konten tidak salah karena fakta hasil pleno KPU. Tapi bukan itu yang ditakutkan, reaksi balikannya," katanya.

Ketua Brigade 02 Garut, Yusuf Supriadi mengaku bingung dengan aksi penurunan baliho yang dipasang oleh pihaknya. Dalam pandangannya sendiri, apa yang dilakukan tidak ada yang salah karena hanya menyampaikan hasil pleno yang dilakukan di Kabupaten Garut.

"Kenapa dengan baliho pada takut," kata Yusuf di lokasi pembongkaran baligho, Bundaran Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Selasa (7/5). (mdk/ded)

Baca juga:
Bawaslu Tangsel Minta Satpol PP Copot Baliho Ucapan Selamat Pasangan Capres Cawapres
Spanduk Ucapan Selamat Paslon 02 Berdiri di Kebun Singkong Wilayah Pamulang
Di Google Maps, Rumah Prabowo Berubah Jadi Republik Kertanegara
Pleno KPU Banten: Prabowo-Sandi Kuasai 5 Kabupaten/Kota
Jokowi-Ma'ruf Menang Telak dari Prabowo-Sandi di Penang dan Helsinki
Prabowo Menang di Kabupaten Paser Kaltim dan Lebak Banten

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.