Pendaki Gunung Guntur Mengaku Dipalak Pemabuk

PERISTIWA » MALANG | 24 April 2019 00:15 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Warga yang usai melakukan pendakian ke Gunung Guntur di Kabupaten Garut mengaku dipalak saat hendak pulang menggunakan kendaraan bermotor roda empat. Sang pendaki menyebut bahwa yang melakukan pemalakan dalam kondisi mabuk.

"Kejadiannya di wilayah Citiis. Saat itu saya tengah bersama teman-teman saya baru turun melakukan pendakian dari puncak Gunung Guntur menggunakan mobil. Tiba-tiba dihentikan tiga orang yang mabuk dan meminta uang Rp 50ribu per mobil. Ketiganya terlihat dalam kondisi mabuk," kata Dhian Permana, pendaki asal Kecamatan Malangbong, Selasa (23/4).

Saat dipalak, Dhian mengaku hanya memiliki uang Rp 34 ribu saja sehingga langsung diberikan seluruhnya kepada sang pemalak karena takut. Ia mengaku menyesalkan aksi tersebut karena Gunung Guntur merupakan salah satu tempat tujuan pendaki dari sejumlah wilayah di Indonesia.

"Tentunya saya berharap jangan sampai ada lagi kejadian seperti ini, karena yang terjadi akan merusak nama Garutnya," ujarnya.

Komandan Koramil Tarogong, Kapten Infanteri Jaja mengaku sudah menerima informasi adanya pemalakan tersebut. Namun meski demikian informasi tersebut diterima pihaknya setelah beberapa hari terjadinya kejadian.

"Sebetulnya kalau misalkan begitu kejadian melapor ke base camp, biasanya akan ditembuskan ke kita asalkan datanya jelas. Kita akan langsung menyisir dan tentu mengamankan dan menyerahkan pelaku kepada pihak kepolisian," ucapnya.

Selama ini sendiri, dikatakan Jaja, pendaki hanya banyak menceritakan kejadian yang telah dialami mereka. Namun permasalahannya cerita tersebut tidak utuh, apakah penjelasan soal lokasi atau ciri-ciri orang yang memalaknya.

"Jadi ya kita sulit. Tapi dengan adanya kejadian ini menjadi catatan kita juga. Tadi sudah koordinasi juga dengan Kapolsek Tarogong Kaler," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Tarogong Kaler, Iptu Tito Bintoro juga mengaku sudah mengetahui informasi tersebut dari media sosial. Menyikapi hal tersebut pihaknya langsung menerjunkan tim dari unit reserse untuk melakukan penyelidikan.

"Secara khusus belum ada yang melakukan pelaporan resmi ke kita. Tapi tadi saya sudah perintahkan unit reserse untuk menyelidiki. Apakah yang melakukan pemalakan ini orang sekitar atau bagaimana masih pendalaman," jelasnya.

Baca juga:
Pemalak Bersenjata Resahkan Pengguna Tol Wiyoto Wiyono, Incar Mobil Terjebak Macet
Usai Diminta Tolong Antar ke RS, Pria Ini Peras Korban dengan Ancaman Golok
Kasus Pemerasan Pejabat PDAM Dilimpahkan Kejagung ke Kejari Surabaya
Bersenjatakan Parang & Badik, 2 Preman Peras Sopir Truk Jalur Trans Kaltim-Kaltara
Peras Kontraktor, Pejabat PDAM Surabaya Segera Disidang
Kronologi Dua Orang Disekap dan Dianiaya yang Videonya Viral di Media Sosial

(mdk/fik)