Pendaki Gunung Guntur Meningkat, Polisi Razia Preman yang Lakukan Pungli

PERISTIWA | 17 Juni 2019 01:02 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Gunung Guntur, salah satu gunung berapi di Garut menjadi salah satu lokasi favorit bagi sejumlah warga yang hobi naik gunung. Meski tidak setinggi Gunung Cikuray, namun Gunung Guntur juga memiliki tantangan tersendiri saat melakukan pendakian sehingga jumlah pendakinya tetap tinggi.

"Saat ini jumlah pendaki gunung Guntur sedang banyak sekali. Hampir setiap hari selalu saja ada yang datang, baik dari dalam maupun luar kota Garut untuk melakukan pendakian dan camping di Gunung Guntur," kata Kapolsek Tarogong Kaler, Ipda Asep, Minggu (16/6).

Ia menyebut, banyaknya warga yang melakukan pendakian di Gunung Guntur karena saat ini masih masa libur pasca lebaran. Angka kunjungan wisata ke Garut disebutnya masih tinggi sehingga kepadatan arus pun masih terjadi, apalagi di akhir pekan ini.

Di wilayah Tarogong Kaler, disebut Asep, lokasi wisata yang menjadi tujuan utama adalah Gunung Guntur dan Cipanas. Namun menurutnya, objek wisata Cipanas tidak seramai tahun-tahun sebelumnya sehingga tidak terjadi kepadatan arus yang berpengaruh.

"Meski demikian memang masih banyak wisatawan yang datang sehingga yang kita antisipasi adalah aksi kejahatan dan kegiatan yang mengganggu wisatawan. Kita fokus mengantisipasi hal tersebut di Cipanas dan Gunung Guntur ini. Tapi kalau Cipanas, ketika lebaran kita sudah gerak juga, ada 10 preman yang melakukan aksi pungutan liar dan kita tindak sekaligus kita bina," jelasnya.

Kawasan Gunung Guntur, diakuinya juga tidak jarang terjadi aksi pungutan liar dari sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab. Beberapa kejadian pun sempat terjadi dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

"Terakhir yang sempat viral itu aksi pungutan liar yang dilakukan sejumlah orang kepada pendaki yang menggunakan kendaraan roda empat. Agar tidak kejadian lagi, tadi juga saya turun ke lapangan untuk memantau agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Karena dampaknya kan ke stigma wisata Garut yang tidak aman," katanya.

Berdasarkan kegiatan pengecekan hingga petang, Asep menyebut tidak menemukan adanya aksi tersebut. Namun ia meminta pendaki jika ada yang melakukan segera melaporkan agar langsung diberikan tindakan tegas.

"Kita ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga yang sedang melakukan aktivitas di Garut. Jangan sampai karena adanya oknum yang tidak bertanggungjawab malah merusak suasana itu dan merusak citra pariwisata Garut," katanya.

Baca juga:
Menikmati Keindahan Gunung Matterhorn
Hari Ini, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Kembali Dibuka
Ini Penampakan Sampah yang Kotori Gunung Everest
Bersih-Bersih Gunung Everest: 11 Ton Sampah dan Empat Jasad Pendaki Diturunkan
Kisah Para Pendaki yang Berkecil Hati di Puncak Tertinggi
Warga Amerika yang Meninggal di Ranu Kumbolo Sempat Mengeluh Sakit Perut

(mdk/ded)