Pendaki yang Ketahuan Naik Gunung Agung akan Didenda Adat Rp1 Juta

Pendaki yang Ketahuan Naik Gunung Agung akan Didenda Adat Rp1 Juta
PERISTIWA | 11 September 2019 02:02 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Camat Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, Nyoman Suratika membenarkan adanya denda Rp1 juta bagi para pendaki yang menaiki Gunung Agung. Aturan tersebut keluar dari Desa Adat Pucang, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, melalui pararem atau hukum adat.

"Iya pararem baru kemarin (keluar)," kata Suratika saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (10/9) sore.

Ia juga menjelaskan, pararem tersebut dikeluarkan oleh Desa Adat Pucang yang berada didekat lereng Gunung Agung. Hal tersebut, juga dikarenakan agar menjaga keselamatan bagi para pendaki Gunung Agung. Karena beberapa waktu lalu sebagian hutan di kawasan Gunung Agung juga terbakar.

"Iya itu desa paling dekat, kurang lebih ada 3 kiloan iya dekat sekali dekat lereng gunung. Karena kebakaran kemarin hampir habis itu, kalau tidak sigap warga kalau tidak sigap aparat keamanan habis hutan itu," ujarnya.

Suratika juga menjelaskan, adanya pararem tersebut keluar, sudah dipikirkan matang dan ada dasar pertimbangan. Karena, status Gunung Agung masih di level siaga yang bisa saja terjadi erupsi ketika ada pendaki naik.

"Itu kan dengan dasar pertimbangan desa adat setempat dan sudah ada larangan dari BMKG. Semasih Gunung ini aktif di level siaga. Karena selama ini banyak juga turis-turis yang naik mungkin itu," ujarnya.

"Satu sisi penyebab (lainnya) terjadinya kebakaran. Kemudian, barangkali kalau erupsi nanti kan bikin susah semua, evakuasi, keselamatan pendaki itu dan itu sudah dipertimbangkan dengan matang mengingat yang kemarin banyak yang naik takutnya erupsi," sambung Suratika.

Namun Suratika juga menjelaskan, pararem tersebut akan diberlakukan selama Gunung Agung berstatus siaga. Tetapi jika normal pararem tersebut bisa dicabut kembali.

"Selama gunung ini erupsi dan gunung ini statusnya siaga. Nanti kalau sudah normal kembali pararem itu akan dicabut. Ini demi keamanan bersama kita menyelamatkan nyawa mereka (Pendaki)," ujarnya. (mdk/bal)

Baca juga:
Pendaki Asal Pematang Siantar Tewas di Gunung Kerinci Usai Kibarkan Merah Putih
Puluhan Pendaki Masih Terjebak di Gunung Slamet
Gunung Slamet Berstatus Waspada, Zona Bahaya 2 Km dari Puncak
PVBMG Imbau Pendaki Tak Upacara 17 Agustus di Gunung Slamet
Pasca Kebakaran, Pendakian ke Arjuna Ditutup Sementara
Gunung Kerinci Dipenuhi Sampah Pembalut

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami