Pendakian Gunung Lawu Dibatasi, Hanya Untuk Warga Jateng dan Yogyakarta

Pendakian Gunung Lawu Dibatasi, Hanya Untuk Warga Jateng dan Yogyakarta
PERISTIWA | 29 Juni 2020 06:31 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pada era new normal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, Jawa Tengah mulai membuka destinasi wisata, termasuk pendakian ke Gunung Lawu. Namun wisatawan masih dibatasi hanya untuk masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawoto, mengatakan jalur pendakian melalui pintu utama telah dibuka sekitar sepekan lalu. Masyarakat, terutama para pecinta wisata alam bisa menikmati indahnya gunung yang ada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut.

"Jalur Cemoro Kandang selama 3 bulan kita tutup akibat pandemi Covid-19. Dan pekan lalu sudah kita buka kembali, namun kita batasi dulu, hanya untuk masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta," ujar Titis, Minggu (28/6).

Meski demikian, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk setiap pengunjung. Demikian juga dengan jumlah orang yang ada di area, hanya diperbolehkan maksimal 50 persen dari daya tampung.

"Jumlah pengunjung juga kita batasi maksimal hanya 50 persen. Pendaki harus menyiapkan perlengkapan standar new normal, seperti membawa sabun, menggunakan masker, dan harus menjaga jarak atau physical distancing," katanya.

Selain jalur utama Cemoro Kandang, sebelumnya pihaknya juga telah membuka jalur pendakian melalui Candi Cetho. Pembukaan jalur Cetho, dilakukan setelah mendapatkan izin dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), Jawa Tengah.

Titis menambahkan, usai dibuka selama sepekan, pendakian ke gunung yang memiliki ketinggian 3.265 mdpl itu belum maksimal.
Hingga saat ini jumlah pengunjung baru sekitar 30 persen. Pendaki yang melalui jalur Cetho misalnya, baru tercatat 420 orang.

"Dulu pada hari normal rata-rata ada 1.300 orang naik ke Gunung Lawu. Sebelum naik pendaki diminta mencatatkan identitas diri di posko penjagaan," jelasnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Bupati Karanganyar Juliyatmono menegaskan, pendakian ke Gunung Lawu tidak akan ditutup setelah peristiwa penyerangan Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni, Minggu (21/6) lalu.

Pemkab Karanganyar, lanjut dia, tetap akan memandu para relawan yang membersihkan jalur pendakian dari Cemoro Kandang ke puncak Gunung Lawu. Sehingga saat dibuka untuk umum nanti, jalurnya sudah tertata.

"Kegiatan yang dilakukan Polres Karanganyar kemarin itu luar biasa untuk susur gunung. Itu artinya membersihkan jalur pendakian yang selama ini tertutup oleh rumput dan lain-lain supaya semua pendaki nanti jangan sampai ada yang tersedia," katanya. (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami