Pendatang yang Melalui Pelabuhan Gilimanuk akan Dilakukan Rapid Test dan Wawancara

Pendatang yang Melalui Pelabuhan Gilimanuk akan Dilakukan Rapid Test dan Wawancara
PERISTIWA | 4 April 2020 21:26 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Ketua Satgas Penanganan covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, meninjau Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (4/4) untuk melihat, penanganan para pendatang dari luar yang masuk ke Bali di tengah maraknya virus corona.

"Pelabuhan Gilimanuk termasuk pintu masuk utama ke Bali dan tentu memiliki risiko yang besar terkait penyebaran covid-19 ini. Jadi perlu terus diperkuat dan pertebal lagi pengawasannya serta pemeriksaannya," kata Indra.

Indra juga menyampaikan, ingin melihat langsung sekaligus menyelaraskan kembali SOP penanganan dan pengawasan pendatang di pelabuhan yang menghubungkan Bali dengan Pulau Jawa itu.

"Saya tahu Bapak Bupati (Jembrana) beserta jajaran sudah berupaya keras untuk melakukan pengawasan pendatang terkait penanganan covid-19 di sini, dan setelah kita lihat penanganannya secara langsung sudah ada garansi bahwa mereka yang masuk ke Bali ini sudah benar-benar clear dan betul-betul sehat," jelasnya.

Ia juga meyakinkan, bahwa semua orang yang melewati Pelabuhan Gilimanuk wajib dicek suhu tubuhnya dan jika di atas normal maka akan langsung diisolasi di ruangan khusus oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan, untuk selanjutnya akan menjalani rapid test.

Begitu juga dengan pendatang yang berasal dari daerah terjangkit seperti Jakarta atau Jawa Barat, akan langsung diarahkan untuk melakukan rapid test.

"Meskipun secara regulasi atau prosedur tidak diwajibkan namun rapid test kepada mereka yang beresiko adalah kebijakan dari satgas untuk menekan penyebaran," ungkapnya.

1 dari 1 halaman

Ia juga menyatakan, akan terus memasok alat untuk rapid tes ke pintu-pintu masuk ke Pulau Bali. Selain itu, meskipun telah menerapkan SOP yang ketat ia juga mengevaluasi keadaan petugas di lapangan yang masih butuh dukungan masker dan alat untuk Rapid Test. Pada saat yang sama diserahkan pula bantuan dari Satgas Provinsi yakni 1000 buah masker serta poster panduan mencuci tangan kepada Bupati Jembrana, yang selanjutnya diserahkan kepada petugas di Pelabuhan Gilimanuk.

"Selain itu, Satgas juga akan menambah perangkat cuci tangan portable dan akan kita serahkan segera agar bisa secepatnya dipergunakan," ujarnya.

Sementara Yeti Sugiarti, salah seorang petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Gilimanuk menerangkan, untuk protap penerimaan pendatang yang harus menjalani pengecekan suhu serta wawancara terkait daerah asal dan tujuan ke Bali. Selain itu, bagi kendaraan petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan.

"Kalau ada penumpang suhu tubuhnya tinggi, akan segera diarahkan ke ruang isolasi," ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya Gubernur Bali melalui surat nomor : 551/2500/Dishub tanggal 29 Maret 2020 yang ditujukan kepada Menteri Perhubungan RI telah memohonkan berbagai langkah dan upaya untuk menekan penyebaran covid-19 ke Bali.

Poinnya, antara lain pertama melakukan seleksi ketat terhadap penumpang yang akan menyeberang ke Bali. Kedua, hanya mengizinkan penyeberangan bagi penumpang atau kendaraan dengan kepentingan logistik, kesehatan, keamanan dan tugas resmi pemerintah serta keperluan perorangan yang bersifat mendesak.

Ketiga, melakukan pembatasan operasi pelabuhan dan mengurangi frekuensi penyeberangan. Kemudian keempat, menugaskan otoritas pelabuhan dan penyeberangan untuk membentuk Posko terpadu yang dilengkapi dengan fasilitas kesehatan. (mdk/bal)

Baca juga:
50 Ribu Alat Tes Covid-19 dari Korsel akan Sampai Jakarta Hari Ini
Office Boy Dekat Ruang Ketua DPR Positif Corona, Rapid Test Langsung Digelar
20.532 Rapid Test di DKI, 428 Dinyatakan Positif Covid-19
Rapid Test Massal, 16 Tenaga Medis di Jatim Dinyatakan Positif Corona
Jalani Rapid Test, 139 Kader & Pengurus Golkar Dinyatakan Negatif Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami