Penderita DBD di Sumsel Mencapai 1.562 Orang, 3 Meninggal Dunia

Penderita DBD di Sumsel Mencapai 1.562 Orang, 3 Meninggal Dunia
PERISTIWA | 9 April 2020 15:07 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Di samping virus Covid-19, warga Sumatera Selatan tengah berjuang melawan demam berdarah dengue (DBD). Dalam empat bulan ini sudah ada 1.562 orang menderita penyakit itu dan tiga diantaranya meninggal dunia.

Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Sumsel Mulyono mengungkapkan, kasus DBD terbanyak berada dialami warga Palembang mencapai 316 orang, disusul Prabumulih (207), Muara Enim (157), Musi Banyuasin (151), Banyuasin (147), Lubuklinggau (102), Lahat (92), OKU Timur (79), Ogan Ilir (68), OKI (65), Pagar Alam (42), PALI (37), Musi Rawas (37), Musi Rawas Utara (24), OKU Selatan (21), Empat Lawang (8), dan OKU (8).

"Kasus DBD di Sumsel terbilang tinggi, selama empat bulan ini ada 1.562 orang, tiga meninggal," ungkap Mulyono, Kamis (9/4).

Dia mengatakan penderita terbanyak berasal dari anak-anak dan yang meninggal karena terlambat dibawa ke rumah sakit. Hal ini diperlukan pemahaman masyarakat tentang bahayanya penyakit itu dan akan berdampak kematian jika lambat ditangani.

"Jika anak panas tinggi dan ada bintik-bintik merah di badan segera berobat. Orang tua harus peka terhadap penyakit ini," ujarnya.

Menurut dia, warga juga diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga lingkungan sekitar agar nyamuk pembawa tidak berkembang biak. Warga jangan hanya terlena dengan merebaknya virus Covid-19, tetapi justru meluangkan waktu membersihkan sekitar rumah, menguras, mengubur dan menutup tempat-tempat yang dapat menampung air terlebih di musim hujan.

"Jangan biarkan ada air tergenang di suatu tempat atau wadah terbuka. Saya kira kesadaran masyarakat lebih penting mencegahnya," pungkas dia. (mdk/ray)

Baca juga:
Dalam Tiga Bulan, DBD di Sumsel Capai 1.542 Kasus
Pemerintah Minta Masyarakat Antisipasi Demam Berdarah Selain Corona
Bocah Positif Corona Meninggal Karena Syok DSS, Ini Penjelasan IDI
Kisah Bocah Kelas 4 SD Meninggal Usai Terinfeksi Covid-19 dan DBD
Kasus Pertama di RI, Anak 11 Tahun Meninggal Komplikasi Covid-19 dan DBD

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami