Peneliti Sebut Corona B117 Lebih Cepat Menular Ketimbang Covid-19

Peneliti Sebut Corona B117 Lebih Cepat Menular Ketimbang Covid-19
ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 4 Maret 2021 09:55 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Varian baru virus Corona B117 yang pertama kali ditemukan di Inggris dikonfirmasi telah masuk ke Indonesia. Kasus terkonfirmasi ini ditemukan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ketua Tim Riset Uji Klinis Covid-19 Sinovac dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Kusnandi Rusmil menyatakan Corona B117 lebih cepat menular dari Covid-19.

"Dia itu bukan lebih ganas tapi dia lebih cepat menular, tapi keganasannya sama," kata Kusnandi di Gedung RSP Unpad, Kota Bandung, Rabu (3/3). Dikutip dari Liputan6.com.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada bukti varian baru virus Corona B117 mengganggu kinerja vaksin. Bahkan, vaksin Sinovac yang sedang ia teliti diklaim masih bisa menjangkau varian baru virus corona tersebut.

"Nah, itu yang akan saya teliti karena kan penelitian kita belum selesai, tapi moga-moga (vaksin) masih bisa meng-cover. Oleh karena apa? Kan dia virus itu bermutasi terus dan ini baru setahun. Mutasinya itu belum begitu besar sehingga dia besarnya itu masih sama. Tapi kalau misalnya sudah melebihi itu sudah enggak bisa," ujarnya.

Varian baru ini diketahui ditemukan pertama kali di Inggris pada September lalu. Dengan cepat B117 menyebar ke luar Inggris dan hingga ke sejumlah negara lain hingga ke Indonesia. Kusnandi menjelaskan bahwa mutasi virus adalah sesuatu yang alamiah terjadi. Namun, setiap varian baru akan berbeda dalam hal penyebarannya.

"Mutasi itu kan artinya dia berubah. Sebuah virus itu selalu akan berubah dan mutasi terus untuk mempertahankan diri supaya tetap eksis. Itulah makanya virus manapun akan bermutasi, enggak bisa dicegah dan alamiah seperti itu," tuturnya.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad ini mengaku bahwa penelitian akan terus berjalan untuk mengetahui karakteristik dari virus Corona B117 tersebut. Penelitian Sinovac sendiri dilakukan tak hanya di Indonesia, tetapi juga melibatkan sejumlah negara.

"Saya lagi teliti dan kita meneliti di Indonesia, Brasil, Uni Emirat Arab, Turki untuk melihat efektivitasnya. Tapi kalau setahun, harapan saya masih efektif, jadi memang tidak berhenti-hentinya meneliti," katanya.

Terkait langkah antisipasi dari varian virus baru tersebut, Kusnansi menyebutkan bahwa masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, cuci tangan, dan memakai masker.

"Enggak boleh sembarangan, enggak pergi ke mana-mana kalau enggak perlu. Jaga daya tahan tubuh kita," katanya. (mdk/cob)

Baca juga:
Update 4 Maret 2021: 1.104 WNA Positif Covid-19 di Indonesia
Luhut: Varian Baru Corona Berbahaya Tapi Tidak Mematikan
Menag Sebut Peran Tokoh Agama Bantu Penurunan Tren Kasus Covid-19
Varian Baru Corona B117 Masuk Indonesia Awal Februari 2021
Kemenkes Sebut WNI yang Terpapar Corona B117 Lakukan Perjalanan dari Arab Saudi
Suasana Tempat Karantina Pasien Covid-19 Berkonsep Glamour Camping

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami