Penerbangan di Samarinda Kembali Normal usai Dikepung Kabut Asap

PERISTIWA » MAKASSAR | 22 September 2019 17:34 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Hari ini jalur penerbangan kembali normal menuju dan dari Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda. Aktivitas penerbangan kembali normal setelah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan terus menipis dan jarak pandang (visibility) di runway dipastikan aman untuk penerbangan.

Sebelumnya, 23 penerbangan Lion Air Grup misalnya terpaksa dialihkan sekitar 4 hari pada 17-20 September 2019 ke Bandara Sultan Aji Muhammaf Sulaiman Sepinggan (SAMS) di Balikpapan, disebabkan kabut asap yang menurunkan visibility di Bandara APT Pranoto.

Mulai Sabtu (21/9) kemarin, satu per satu penerbangan seperti Batik Air, Lion Air dan Wings Air, kembali menerbangi Samarinda dari berbagai kota besar. Seperti Jakarta, Surabaya, Makassar dan Yogyakarta.

"Hari ini, operasional normal di Bandara APT Pranoto," kata Kasi Pelayanan dan Operasi UPBU Bandara APT Pranoto Samarinda Rora Ardian, Minggu (22/9).

Rora menerangkan, dari pagi tadi pukul 06.30 Wita sampai pukul 16.00 Wita sore ini, visibility di runway Bandara APT Pranoto semakin membaik. "Sore ini, lebih dari 10 kilometer. Semoga terus membaik," ujar Rora.

Rora menerangkan, hari ini, ada 20 penerbangan tujuan Samarinda. Namun 5 diantaranya, dilaporkan tidak beroperasi. Seperti 2 penerbangan Xpress Air, 2 penerbangan NAM Air, serta 1 penerbangan Garuda Indonesia. Sepanjang hari ini pun, cuaca di Samarinda sangat cerah, dan awan kembali membiru.

Sementara, Station Manager Lion Air Group Samarinda Nasrul membenarkan, operasional Lion Air Group di Bandara APT Pranoto Samarinda, kembali normal per tanggal 21 September 2019. "Benar Pak. Semoga saja cuaca terus membaik," kata Nasrul.

Baca juga:
6 Penerbangan Lion Air di Bandara Sultan Syarif Kasim II Delay Karena Kabut Asap
Silangit Dikepung Kabut Asap, Wings Air Batal Mendarat
Terdampak Kabut Asap, 68 Penerbangan dari Bandara Ahmad Yani Delay
Garuda Indonesia Buka Rute Baru dari Bandung ke Lampung dan Surabaya
Menhub Budi Sebut Belum Ada Pembatasan Penerbangan Asing Ke Papua
Genjot Devisa Pariwisata, AirAsia Lebarkan Sayap ke Timur Indonesia
30 Persen Penerbangan Dibatalkan Imbas Kebakaran Hutan dan Lahan

(mdk/gil)