Peneror Anak Bupati Brebes Ditangkap Lalu Ditembak Karena Kabur & Melawan Polisi

Peneror Anak Bupati Brebes Ditangkap Lalu Ditembak Karena Kabur & Melawan Polisi
Rilis Peneror Anak Bupati Brebes Ditangkap. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 19 April 2021 21:20 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Polres Brebes berhasil menangkap Zacky Rahman (34) pelaku teror anak Bupati Brebes, Idza Priyanti, Elsanti (20). Warga Bandung tersebut dilumpuhkan dengan timah panas oleh polisi karena berusaha mengancam petugas saat mobil yang dikendarainya HRV menerobos gerbang Polres Brebes.

"Kita lumpuhkan kaki kanannya karena melawan dengan mengacungkan sangkur dan saat diamankan pelaku masih pengaruh narkoba dan kita sudah tes urine hasilnya positif," kata Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto, Senin (29/4).

Dia mengungkapkan kejadian bermula ketika mobil yang ditumpangi anak Bupati Brebes berwarna hitam melintas dipepet oleh orang tidak dikenal pada Minggu (18/4) pukul 19.00 WIB. Pelaku yang diketahui merupakan pecatan Polri tersebut langsung memberhentikan laju mobil korban.

"Jadi pelaku ini memepet mobil korban dan diberhentikan. Dengan alasan mobil bermasalah. Pelaku ini pecatan Polri," tuturnya.

Korban langsung masuk ke dalam mobil melanjutkan perjalanan dan menuju ke Polres Brebes. Sesampainya di Polres, EN membuat laporan polisi atas peristiwa yang dialaminya.

"Jadi korban ini menuju polres buat pengaduan polisi. Pelaku justru mengikuti, marah saat dimintai identitas dan menantang anggota," ujarnya.

Situasi mulai memanas. Gatot memerintahkan anggota untuk menutup pintu gerbang Polres agar pelaku tidak bisa melarikan diri. Namun, saat mobilnya hendak digeledah, pelaku langsung kabur menerobos pintu gerbang Polres.

"Portal gerbang ditabrak sampai jebol dan pelaku melarikan diri dari Polres menuju arah timur,” ungkapnya.

Petugas langsung mengejar pelaku hingga mobil pelaku berhasil dihentikan petugas. Setelah dilakukan penggeledahan petugas menyita senjata tajam, pelat nomor mobil palsu dan narkoba jenis sabu-sabu seberat 8.7 gram.

"Kita masih dalami atas kejadian tersebut. Atas perbuatannya pelaku diancam dengan hukuman UU darurat dan pengerusakan dengan ancaman 20 tahun, serta kepemilikan narkoba dengan ancaman 20 tahun," pungkas Gatot Yulianto. (mdk/ray)

Baca juga:
CEK FAKTA: Kasus Penyerangan Usai Tarawih di Lombok, Bukan Masjid yang Diserang
Gerombolan Orang Tak Dikenal Serang Warga di Warung Sambil Acungkan Senjata Tajam
Perbakin Bantah Pelaku Penyerangan Mabes Polri Sebagai Anggotanya
Teror Mabes Polri, DPR Nilai Sinyal Darurat Bagi Polisi, BNPT dan BIN
Mabes Polri Diteror, Paspampres Perketat Pengamanan Presiden Jokowi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami