Pengadilan Menangkan Gugatan PKB, Gedung Astranawa Segera Dieksekusi

PERISTIWA | 12 November 2019 16:18 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memenangkan gugatan atas mantan ketua PKB Jatim, Choirul Anam terkait sengketa lahan dan gedung Astranawa yang terletak di Jalan Gayungsari Timur VIII-IX, Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungsari, Surabaya. Hal itu berdasarkan surat Pengadilan Negeri (PN) Surabaya No W14.U1/15818/HK.02/11/2019 perihal pemberitahuan eksekusi pengosongan tertanggal 7 November 2019, yang akan dilaksanakan Rabu (13/11).

Dalam surat tersebut dijelaskan, jurusita PN Surabaya akan melaksanakan eksekusi berdasarkan amar putusan PN Surabaya No 86/Pdt.G/2016/PN.Sby tanggal 19 Juli 2016 jo putusan Pengadilan Tinggi Surabaya No 761/Pdt/2016/PT.Sby tanggal 30 November 2016 jo putusan Mahkamah Agung RI No 743 K/Pdt/2018 tanggal 23 April 2018 poin 3 dan poin 9.

Juru bicara Pengadilan Negeri Surabaya Martin Ginting membenarkan upaya eksekusi terhadap gedung Astranawa yang pernah dijadikan kantor PKB Jatim periode 1999 hingga 2006 lalu. Ia memastikan jika persiapan atas eksekusi telah dilakukan.

"Ya besok (Rabu 13/11) pagi jadi dilaksanakan eksekusi pengosongan oleh jurusita PN Surabaya," tukasnya, Selasa (12/11).

Menanggapi hal itu, mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Timur Choirul Anam, atau akrab disapa Cak Anam, menyatakan dengan tegas menolak rencana eksekusi Gedung Astranawa di Jalan Gayungsari Timur Surabaya, yang hingga kini masih ditempatinya itu. Ia bahkan menegaskan akan melakukan perlawanan terhadap upaya eksekusi tersebut.

"Surat eksekusi dari Pengadilan Negeri Surabaya sudah saya terima. Saya akan melawan," ujarnya.

Anam menambahkan, dia memiliki bukti terkait dengan kepemilikan gedung Astrnawa. Ia menyebut memiliki surat hibah tertanggal 19 Juni 1997.

"Kedua, saya memiliki bukti Surat Tanda Hak Milik tertanggal 16 Juli 1997. Kedua surat itu terbit sejak jauh hari sebelum Partai Kebangkitan Bangsa lahir," katanya menjelaskan.

Sedangkan PKB, lanjut Cak Anam, dalam perkara ini hanya memiliki satu alat bukti berupa Surat Persetujuan Wali Kota Surabaya yang saat itu dijabat Sunarto Sumoprawiro, yaitu No 024/VIII/YKP/SP/2000.

"Tapi dalam Surat Persetujuan Wali Kota Surabaya ini tertulis lahan yang dimaksud terletak di Kelurahan Menanggal, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Sedangkan Gedung Astranawa terletak di Kecamatan Gayungan Surabaya. Wilayahnya beda kok mau dieksekusi dengan dasar ini," ucapnya.

Cak Anam yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jatim selama 1999-2006 mengakui, menggunakan sebagian ruangan Gedung Astranawa sebagai kantor bagi partai politik yang didirikan mendiang mantan Presiden Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid itu.

"Hanya dua ruangan saja di lingkungan gedung ini yang saya gunakan untuk Kantor Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Timur," tegasnya.

Untuk diketahui, Pengadilan Negeri Surabaya menjalankan eksekusi Gedung Astranawa menyusul putusan inkracht, yang menyatakan PKB selaku pemohon dalam perkara perdata ini sebagai pemilik sah lahan seluas 3.819 meter persegi tersebut.

Baca juga:
PKB: Idham Azis Jenderal Pendiam, Banyak Kasus Selesai Tanpa Gembar-Gembor
PKB Minta Menag Pelajari Dulu Hubungan Radikalisme dan Cara Berpakaian Orang
Idham Azis Janji Permudah Lulusan Madrasah Aliyah Masuk Polri
Wacana Presiden Kembali Dipilih MPR, Mungkinkah Terwujud?
Harlah ke-20, Fraksi PKB Fokus 5 Strategi Pembangunan
Komposisi Pembagian Pos Menteri & Wamen untuk Parpol & Profesional, Siapa Terbanyak?

(mdk/cob)

TOPIK TERKAIT