Pengakuan Istri Harun Masiku: Tanggal 7 Januari Dia Bilang Sudah di Jakarta

Pengakuan Istri Harun Masiku: Tanggal 7 Januari Dia Bilang Sudah di Jakarta
PERISTIWA » MAKASSAR | 22 Januari 2020 10:02 Reporter : Tim Merdeka

Merdeka.com - Keberadaan kader PDIP, Harun Masiku, masih menjadi misteri. Merujuk data Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Harun terbang ke Singapura pada 6 Januari.Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memastikan status Politikus PDIP Harun Masiku sudah menjadi buron, alias masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)

Harun menjadi buruan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi yang menyeret anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan. Wahyu ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK pada 8 Januari lalu.

Di tengah pencarian Harun, istrinya Hildawati Jamrin buka suara. Hilda yang ditemui kediamannya di Gowa, Sulawesi Selatan, mengaku suaminya sempat menghubungi pada 7 Januari lalu dan mengabarkan sudah tiba di Jakarta dari Singapura.

Berikut wawancara lengkap dengan Hilda dengan sejumlah wartawan:

Terkait pemberitaan Pak Harun katanya disembunyikan di sini benar tidak?

Tidaklah, tidak mungkin sembunyikan. Kalaupun dia ke sini, kami pihak keluarga orang yang pertama yang lapor ke pihak berwajib karena ini bukan masalah kecil, ini masalah besar, karena kalau pun kita sembunyikan keluarga bisa kebawa.

Jadi enggak pernah datang ke sini?

Enggak pernah, beberapa bulan terakhir dia ndak pernah muncul ke sini. Itupun 31 Desember, dia sempat ke Makassar tapi dia enggak ke rumah, enggak ke sini, dia cuma di kota, dia menginap di hotel di Makassar sampai tanggal 5 Januari. Tanggal 5 Januari balik ke Jakarta terus tanggal 6 Januari itu dia sempat ke Singapura, 7 Januari itu dia balik dari Singapura ke Jakarta, tapi enggak datang ke sini.

Masih sering komunikasi gimana?

Tidak pernah, terakhir waktu tanggal 7 Januari dia kabar, dia bilang dia sudah di Jakarta. Setelah itu enggak pernah.

Ada kabar katanya Pak Harun Malam-malam pernah ke sini?

Bohong, tidak pernah, yang datang malam itu kakak saya. Kakak saya yang sering main ke rumah, karena malam itu keponakan saya sendiri di rumah. Jadi dia ke sini, enggak ada orang. Itu bukan dia (Harun) bagaimana dia mau naik motor seperti pemberitaan yang ada, yang ada Pak Harun saja dia enggak lancar bawa motor. Gimana caranya dia bisa dibilang naik motor. Dia enggak lancar.

Sampai hari ini hilang komunikasi?

Iya sudah enggak ada komunikasi sama dia

Pasca-kejadian katanya buron?

Pokoknya dia tidak pernah muncul ke sini. Kalau dia ke sini pasti saya lapor ke pihak berwajib.

Kalau Pak Harun Pulang ke Gowa, biasanya ibu yang jemput ke bandara?

Tidak juga. Terakhir saya yang jemput, sebelumnya saya jarang jemput. Tapi hari itu saya jemput kebetulan ada mobil, jadi saya jemput.

Jadi sudah hilang kontak dalam pencarian?

Dia hubungi saya dia bilang sudah tiba di Jakarta dari Singapura, itu tengah malam. 8 Januari sampai sekarang dia enggak ada kabar.

Terkait Pak Harun lebih baik serahkan diri atau bagaimana?

Lebih bagus serahkan diri, karena kalau dia sembunyi terus-terusan semua media akan datang ke sini untuk cari berita. Saya lihat berita di media, katanya di sini kita semua sembunyikan, itu tidak benar. Katanya dia berada di sini tanggal 12 dan 15 di sini, itu enggak benar, itu hoaks.

Jadi tidak pernah berniat sembunyikan?

Tidak pernahlah, tidak niat mungkin

Apa benar Pak Harun kader PDIP?

Iya, sebelumnya dia Demokrat, kemudian pindah PDIP

Sudah berapa lama?

Kurang tahu

Sebagai apa?

Kurang tahu. Karena Pak Harun ini orangnya tertutup. Dia enggak pernah cerita apa, dia enggak terbuka. Kalau saya bertanya-bertanya ujung-ujungnya ribut, jadi lebih baik diam.

1 dari 2 halaman

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menyebut politikus PDIP Harun Masiku tercatat bertolak ke luar negeri pada 6 Januari 2020 kemarin. Harun merupakan tersangka kasus dugaan suap terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Yang bersangkutan tercatat keluar Indonesia tanggal 6 Januari, ke Singapura," ujar Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang, Senin (13/1).

Dengan demikian, saat operasi tangkap tangan (OTT) tim penindakan KPK terhadap Wahyu, eks Caleg DPR RI dari PDIP itu tengah berada di Singapura. Operasi senyap diketahui dilancarkan tim penindakan KPK pada Rabu, 8 Januari 2020.

Arvin mengatakan, berdasarkan data Imigrasi, Harun belum kembali ke Indonesia. "Berdasarkan data informasi yang kami peroleh, sudah tercatat di luar negeri," kata Arvin.

2 dari 2 halaman

Ditambahkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, status Politikus PDIP Harun Masiku sudah menjadi buron, alias masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Sudah (Harun Masiku) sudah (menjadi DPO), belum lama," katanya di Gedung KPK, Kuningan,JakartaSelatan, Senin (20/1).

Dia memastikan pihaknya sudah meminta Polri untuk menerbitkan surat DPO terhadap tersangka kasus dugaan suap terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan terkait penetapan anggota DPR RI periode 2019-2024 itu.

"Saya enggak tahu persis, tapi yang pasti itu sudah (berkirim surat ke Polri)," ujarnya.

Firli pun meminta kepada masyarakat untuk ikut aktif memberikan informasi keberadaan Harun. Firli menyebut, setiap informasi yang diterima KPK terkait keberadaan Harun akan ditindaklanjuti.

"Kita akan telusuri, kita akan terima apa pun informasinya. Kita akan kroscek atas kebenaran seluruh informasi, yang pasti kami akan sungguh-sungguh, berharap sumbangsih, informasi dari seluruh anak bangsa," tegasnya. (mdk/lia)

Baca juga:
Polri Mengaku Tak Temukan Harun Masiku di Gowa Sulsel
KPK Ingatkan Pihak yang Sembunyikan Harun Masiku Bisa Diancam Pidana
KPK akan Telusuri Harun Masiku di Kediaman Istrinya di Gowa Sulawesi Selatan
Ketua KPK: Harun Masiku Sudah Menjadi DPO
Kejanggalan-kejanggalan di Seputar Kasus Suap Politikus PDIP Harun Masiku

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami