Penganan deppa te'tekang dari Enrekang, teman asyik ngeteh dan ngopi

Penganan deppa te'tekang dari Enrekang, teman asyik ngeteh dan ngopi
Deppa Tetekang. ©2016 merdeka.com/istimewa
NEWS | 4 Februari 2016 14:52 Reporter : Mappesona

Merdeka.com - Masing-masing daerah punya kue atau penganan yang menjadi ciri khas. Maka tidak heran jika siapa pun yang mengunjungi daerah-daerah tertentu, maka dipastikan bakal ditagih oleh kawan kerabatnya sesuatu yang khas dari sana.

Di Kabupaten Enrekang, Sulsel misalnya. Ada sejumlah penganan khas asal daerah, layak jadi buah tangan atau ole-ole. Antara lain baje kotu atau wajik berbahan dasar beras ketan dan gula merah, ada dangke keju berbahan dasar susu sapi yang difermentasi dan juga ada deppa te'tekang berbahan dasar tepung beras dan gula merah.

Tapi di kesempatan kali ini, kita akan menyuguhkan ulasan tentang deppa te'tekang karena sedikit mudah dibuat sendiri di rumah. Kue khas ini paling asyik dinikmati berkawan dengan segelas teh atau kopi hitam dalam keandaan masih hangat. Satu kue, dua kue, rasanya tidak cukup. Harus dinikmati sampai puas.

Berbeda dengan baje kotu yang sentranya di Kecamatan Anggareja, jalan menuju Kabupaten Toraja, setelah Ibu Kota Enrekang. Sebaliknya deppa te'tekang banyak ditemui di warung-warung pinggir jalan di Kecamatan Maiwa sebelum masuk Ibu Kota Enrekang.

Karena sudah begitu terkenal dan memang enak di lidah, Anda harus sabar mengantre menunggu pesanan tiba. Pasalnya, di warung-warung sederhana berdinding kayu atau bambu itu banyak disinggahi warga, baik pengguna sepeda motor dan mobil untuk menikmati deppa te'tekang.

Selain banyak peminatnya, deppa ini juga tidak akan digoreng jika belum ada pesanan karena memang paling asyik dinikmati saat masih hangat.

Di Kota Makassar sendiri, belum ada warung atau toko kue yang memproduksi deppa te'tekang ini secara khusus. Hanya saja ada satu usaha katering yang kerap melayani pesanan jika ada kawan kerabatnya yang berminat.

Fajar Djuanda, pemilik katering yang kerap melayani pesanan kue khas dari Enrekang ini. Mereka yang pesan adalah warga yang tinggal di Makassar, bukan hanya asal Enrekang tetapi juga warga yang berasal dari daerah lain.

"Kemarin ada orang Betawi dan Sunda yang minta dibuatkan. Rupanya deppa te'tekang ini cocok juga untuk lidah mereka," tutur Fajar.

Disebutkan, deppa ini berbahan dasar tepung beras yang masih baru ditumbuk, gula merah ditambah wijen sebagai pemanis. Cara membuatnya sangat simpel. Gula merah yang sudah dihaluskan dicampur air dalam kuali. Tepung beras dimasukkan sedikit demi sedikit hingga semua merata. Lalu dimasak hingga mengental dan sudah tidak lengket di tangan.

Adonan ini kemudian diratakan di atas permukaan loyan. Setelah itu digulung dengan menggunakan pelastik yang sebelumnya sudah dilumuri minyak goreng agar tidak lengket. Dilumuri wijen lalu dipotong-potong miring. Selanjutnya digoreng hingga mengembang. Kue khas Enrekang inipun siap dinikmati bersama teh atau kopi. Silakan mencoba.

Selain memiliki penganan khas, Kabupaten Enrekang juga terkenal dengan panorama Gunung Bambapuangnya dengan nama lain Gunung Buttu Kabobong atau Gunung Nona karena wujudnya mirip dengan alat vital perempuan sehingga disebut juga Erotic Montain.

(mdk/cob)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami