Penganiaya Siswa SMA Semi Militer di Palembang Dituntut 8 Tahun Penjara

Penganiaya Siswa SMA Semi Militer di Palembang Dituntut 8 Tahun Penjara
PERISTIWA | 10 Februari 2020 20:00 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut delapan tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan penjara kepada Obby Frisman Arkataku (24). JPU menilai terdakwa secara sah dan meyakinkan menganiaya peserta Ospek, DBJ (16) hingga tewas.

Tuntutan dibacakan JPU dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Klas 1A Palembang, Senin (10/2). JPU menggunakan Pasal 80 ayat 3 juncto Pasal 76 huruf c Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Tuntutan ini lebih ringan dari dakwaan sebelumnya yakni 15 tahun penjara dengan jeratan Pasal 80 ayat 3 juncto Pasal 76 c UU Nomor 35 tahun 2014 dan Pasal 359 KUHP yakni akibat kelalaian menyebabkan kematian orang lain. Pasal 359 KUHP menghilang dalam tuntutan yang dibacakan JPU.

"Meminta kepada terdakwa menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Obby pidana penjara delapan tahun dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan penjara dengan dikurangi selama terdakwa ditahan," ungkap JPU dari Kejaksaan Negeri Palembang Indah Kumala Dewi.

Jaksa menilai terdakwa sering menyampaikan keterangan berbelit-belit sehingga menyulitkan pemeriksaan. Sementara selama persidangan, terdakwa dianggap berprilaku sopan.

"Barang bukti dan saksi sudah cukup, itu meyakinkan terdakwa bersalah," kata dia.

Penasihat hukum terdakwa, Hari Susanto menilai tuntutan JPU terkesan dipaksakan karena banyak hal yang tidak dilakukan kliennya tetapi masuk dalam tuntutan. Apalagi, hingga saat ini kliennya tetap mengaku tidak melakukan seperti yang dituduhkan.

"Kami akan ajukan pledoi. Kami keberatan atas tuntutan dan pasal yang digunakan," tegasnya.

Sidang akan dilanjutkan pada 13 Februari 2020 dengan agenda mendengarkan nota pembelaan dari terdakwa atau penasihat hukumnya.
Diberitakan sebelumnya, siswa SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia Palembang, DBJ (14) tewas saat mengikuti mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS), Sabtu (14/7). Dia mengalami luka memar di kepala dan dada.

Polisi yang menerima laporan dugaan penganiayaan langsung melakukan penyelidikan. Alhasil, seorang pembina MOS, Obby Frisman Arkataku (24) ditetapkan sebagai tersangka yang diduga menjadi pelaku penganiayaan.

Selain DBJ, siswa lain, WJ juga jatuh sakit saat mengikuti MOS. Dia harus menjalani operasi karena ususnya terlilit. Kondisi kesehatannya memburuk dan harus dipindahkan ke rumah sakit lain. Setelah enam hari dirawat, WJ akhirnya mengembuskan napas terakhirnya di RS Charitas Palembang, Jumat (19/7) malam. (mdk/ded)

Baca juga:
Siswa SMA Semi Militer Palembang Diduga Dikeroyok 5 Senior
Anaknya Tewas Saat MOS, Keluarga Gugat SMA Semi Militer Palembang Rp3 Miliar
Terdakwa Kasus Pembunuhan Peserta MOS SMA Semi Militer Didakwa Pasal Berlapis
Berkas Perkara Pembunuhan Siswa SMA Semi Militer Dinyatakan Lengkap
Aniaya Peserta MOS SMA Semi Militer, Siswa Senior Jadi Tersangka
Praperadilan Tersangka Penganiayaan Peserta MOS SMA Semi Militer Palembang Ditolak

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami