Pengasuh Ponpes di Bangkalan Madura Halalkan Sabu dan Ajari Santrinya Memakai

PERISTIWA | 23 Januari 2020 21:25 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - AM, seorang pengasuh pondok pesantren (Ponpes) di Bangkalan, Madura memiliki doktrin yang nyeleneh saat mengajari para santrinya. Dia menyebut mengkonsumsi sabu hukumnya halal lantaran tidak ada larangannya di dalam kitab suci.

Sehingga hal itulah yang pada akhirnya menjadi pembenar baginya, untuk mengajak para anak didiknya menggelar pesta sabu di rumahnya, Desa Pesanggrahan Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, pengakuan AM ini tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka. AM yang sempat menjadi buron selama 2 bulan tersebut mengaku mengkonsumsi sabu lantaran tidak ada dalil di kitab suci yang melarangnya.

"Iya memang di BAP dia mengakuinya begitu. Karena pemerintah memberi larangan dengan hukumnya, maka ulama sepakat untuk melarang. Tapi setelah dia membaca baca buku (agama), dia tidak menemukan (larangan), maka dia pakai (nyabu)," ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (23/1).

Dia menambahkan, pengetahuannya ini lalu ditularkan pada para santrinya. Tersangka bahkan sempat menyebut, sudah ada 25 santri yang memiliki pemahaman sama dengan dia. Pengakuan ini cukup mengejutkan, sehingga membuat polisi harus melakukan pendalam penyidikan terhadap 25 santri yang disebut tersangka.

"Kata dia sudah ada 25 santri yang sepemahaman dengan dia. Tentu ini akan kita dalami lebih lanjut," tegasnya.

Dia menambahkan, sudah ada dua santri tersangka yang ditangkap karena nyabu di rumahnya pada November lalu. Penangkapan kedua santri ini sempat membuat AM kabur dan menjadi buronan polisi.

Mantan penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim ini mengatakan, AM mengajarkan pada santrinya jika memakai sabu akan lebih mudah untuk konsentrasi belajar agama. Hal itu didasari pada pengalamannya selama 10 tahun ini. Santri yang dipengaruhi tersangka pun rata-rata sudah berumur dewasa.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sedikitnya 0,4 gram sabu berikut seperangkat alat untuk nyabu. Selain itu, dari pengakuannya, tersangka juga sudah pernah ditangkap dalam kasus yang sama.

"Dari pengakuannya dia residivis dalam kasus yang sama. Barang bukti yang dulu saat dia berhasil kabur ada 1,4 gram. Kemudian saat ditangkap Senin kemarin, ada 0,4 gram (sabu) berikut alat atau perangkat sabu," tegasnya.

Selain itu, polisi kini tengah memburu seseorang berinisial E yang diakui tersangka sebagai pihak yang menyuplai sabu. "Tersangka AM ini yang minta pada E untuk membelikan sabu. Dia masih kabur," tandasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Terima 7,9 Kg Daun Khat, Pengungsi Ethiopia Dihukum 10 Tahun Penjara
Lima Kurir Narkoba di Medan Divonis Hukuman Mati
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran 1,3 Ton Ganja
Serma Asep Roni dan Tiga Hari Pencarian Ladang Ganja di Gunung Guntur
Polisi Ungkap Peredaran Ganja 1,3 Ton

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.