Pengedar Ganja Ditangkap, Industri Rumahan Ekstasi di Samarinda Terbongkar

Pengedar Ganja Ditangkap, Industri Rumahan Ekstasi di Samarinda Terbongkar
Para tersangka di Mapolres Samarinda, Senin (12/4). ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 13 April 2021 03:30 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Polisi menangkap 9 orang pengedar narkoba jenis sabu, ganja, dan ekstasi di Samarinda, Kalimantan Timur. Dua di antaranya memproduksi ekstasi di rumah berbekal pengetahuan dari internet.

Seoang tersangka ditangkap karena kasus peredaran sabu-sabu yakni M Ramadan (21). Enam tersangka dalam kasus peredaran ganja, masing-masing: Rizal Azhari (21), M Ikhsan (26), M Andrean (24), Yuniar Laras (22), Riki Noryanto (23) dan M Rizqi (22). Dua orang yang terlibat home industry ekstasi yaitu Roy (29) dan Raipno (42).

"Kami ungkap semuanya dalam dua hari 9-10 April 2021, dalam 4 laporan kasus narkotika," kata Kasat Reskoba Polresta Samarinda AKP Rido Dolly Kristian, dalam penjelasan di kantornya, Senin (12/4).

Polisi lebih dulu menangkap M Ramadan. Dari tangannya disita 2 paket sabu-sabu.

Ramadan mengungkap enam temannya yang berbisnis ganja. Keenamnya pun ditangkap.

"Mereka ini dapat ganja dari Sumatera. Paket kecil dijual Rp250 ribu dan paket besar Rp500 ribu. Sasaran ke kalangan anak muda di Samarinda, dan total kita sita sekitar 242 gram ganja," jelas Rido.

Penangkapan itu kemudian dikembangkan, ganja yang disita diduga dipasok ke Roy dan Raipno. Keduanya diduga menggunakan batang ganja yang direndam untuk keperluan produksi ekstasi.

"Ini home industry. Pelaku R dan Rp ini browsing belajar cetak ekstasi di internet. Mereka kumpulkan bahan baku, dicampur di antaranya dengan rendaman batang ganja. Diproduksi, dikemas, dan lalu dijual Rp 50 ribu per butir," terang Rido.

Dari kasus ini, polisi mengamankan barang bukti 155 butir ekstasi yang diproduksi Roy dan Raipno. "Mereka menjual di sekitar Samarinda. Alasannya, karena desakan ekonomi," terang Rido.

Selain narkoba, polisi juga menyita peralatan cetak ekstasi, palu, dan total 13 ponsel yang digunakan para tersangka. "Kita terapkan Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kasus ini terus kami kembangkan," tegas Rido. (mdk/yan)

Baca juga:
Malaysia Deportasi 62 TKI Tersangkut Kasus Narkoba
Pantau Kedatangan Polisi, Pelaku Pasang CCTV di Kampung Narkoba Tangga Buntung
Gerebek Kampung Narkoba di Palembang, Polisi Dihujani Petasan dari Rumah Warga
Kampung Narkoba Tangga Buntung yang Digerebek Polisi Dikenal Angker
Polisi Gerebek Kampung Narkoba di Palembang, 65 Orang Diamankan dan 1,5 Kg Sabu

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami