Pengedar materai palsu dituntut 1,5 tahun bui

PERISTIWA | 13 Februari 2013 15:59 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Terdakwa dalam kasus peredaran materai palsu Tama Muliawan dituntut dengan hukum 1 tahun 6 bulan penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/2). Dia dinilai bersalah melanggar Pasal 257 KUHPidana.

Tuntutan terhadap Tama Muliawan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Amrizal Fahmy di hadapan majelis hakim yang diketuai I Dewa Gede Ngurah Adhyana.

Mendengar tuntutan JPU, terdakwa hanya mengangguk. Selanjutnya, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembacaan putusan.

Dalam sidang sebelumnya diketahui bahwa Tama Muliawan dan rekannya M Yunus ditangkap pada 24 Oktober 2012. Mereka diringkus petugas yang mendapatkan informasi dari masyarakat yang menyatakan keduanya akan menjual materai palsu di Jalan Sutomo Medan.

Saat akan menjual materai palsu itu, mereka ditangkap. Polisi mendapati 50 blok materai palsu dari tangan keduanya. Dari pemeriksaan diketahui tiap blok rencananya akan dijual sekitar Rp 50 ribu.

Dalam proses persidangan, ketua majelis hakim I Dewa Gede sempat mempertanyakan keberadaan M Yunus. Namun, saksi dari kepolisian tidak bisa memberikan penjelasan.

Sementara itu, Tama sendiri mengaku bahwa dia diperintahkan untuk mengalah agar bisa dibantu. "Waktu itu begini Pak Hakim, saya dijanjikan akan dibantu. Tapi harus satu yang masuk (penjara). Saya juga ditekan Pak Hakim sama mereka (polisi). Saya disuruh mengalah. Dia (M Yunus) kemudian dilepas polisi," katanya dalam persidangan.

(mdk/did)

TOPIK TERKAIT