Pengelola Fokus Perbaikan Fasilitas usai Kebakaran Gedung Cyber 1 Kuningan

Pengelola Fokus Perbaikan Fasilitas usai Kebakaran Gedung Cyber 1 Kuningan
Kebakaran Gedung Cyber 1. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
NEWS | 4 Desember 2021 11:40 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - PT Karyagraha Nusantara sebagai Pengelola Gedung Cyber 1 saat ini tengah berupaya maksimal untuk melakukan penanganan dan pemulihan paska kebakaran yang diduga dari salah satu tenant di Gedung Cyber 1, yang beralamat di Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta.

Dwi Anggodo mewakili Pengelola Gedung Cyber 1 menyampaikan duka mendalam atas 2 orang PKL yang menjadi korban meninggal di lokasi kejadian di lantai 2.

Dwi juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang turut membantu penanganan serta pemulihan insiden kebakaran tersebut. Mulai dari Penanggulangan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Kepolisian Sektor Mampang Prapatan, Kepolisian Resort Jakarta Selatan, Kepala Satreskrim Polres Jakarta Selatan, Reskrim Polda Metro Jaya, Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri, Komando Rayon Militer Mampang, Aparat Kelurahan Mampang Prapatan, Palang Merah Indonesia, dan relawan dan pengelola gedung lain yang memberikan bantuan peralatan kebakaran.

"Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang ikut gotong royong melakukan penangan dan pemulihan. Saat ini kami akan berupaya maksimal dan fokus untuk melakukan pemulihan dan perbaikan fasilitas umum yang terganggu," kata Dwi Anggodo dalam keterangannya, Sabtu (4/12).

Dwi menegaskan, insiden kebakaran tersebut terjadi bukan di seluruh area gedung. Saat ini, Gedung Cyber 1 masih dapat beroperasi secara normal, kecuali area yang terdampak.

"Secara keseluruhan, Gedung Cyber 1 masih bisa beroperasi normal karena kelistrikan masih aman, kecuali area yang terganggu yaitu lantai 2," ungkapnya.

Saat insiden kebakaran terjadi, tidak ada kobaran api yang besar dan ruang gerak api sangat kecil, namun muncul kepulan asap yang pekat. Hal semacam ini sebagaimana umumnya terjadi pada kebakaran pada fasilitas Informasi Teknologi (IT).

Perangkat safety yang terpasang dalam Gedung Cyber 1 berupa sensor asap (smoke detector) menyala sehingga memicu reaksi water springler dan berhasil membantu proses pemadaman.

Selama proses evakuasi dan pemadaman, Petugas Penyelamatan dan Damkar didampingi oleh Tim Teknis Gedung Cyber 1 memecah 6 kaca gedung untuk mempercepat keluarnya asap dengan cepat.

Terkait faktor dan penyebab kebakaran, Pengelola Gedung Cyber 1 belum bisa menjelaskan karena proses penyelidikan oleh pihak berwenang masih berlangsung dan masih dilakukan analisa pinpoint atau titik mula dan kronologis kebakaran yang diduga terjadi dari salah satu tenant tersebut. (mdk/rhm)

Baca juga:
Anak Magang yang Tewas di Kebakaran Gedung Cyber Perpanjang Masa PKL
Polisi Olah TKP Kebakaran Gedung Cyber 1, Begini Hasil Temuannya
Empat Saksi Diperiksa Terkait Kebakaran Gedung Cyber
Dua Pelajar SMK Korban Meninggal Kebakaran Gedung Cyber Sedang PKL
Pascakebakaran, Pengelola Gedung Cyber Evaluasi Kondisi Kaca
Dua Korban Kebakaran Gedung Cyber Siswa SMK di Depok

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami