Pengidap Sakit Jantung di Sulut Meninggal Usai Gempa Magnitudo 7,1

PERISTIWA | 15 November 2019 13:32 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Sintia Lasik, warga Desa Ranoketang Atas, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara meninggal dunia usai gempa magnitudo 7,1 yang terjadi di Perairan Jailolo, Provinsi Maluku Utara, Jumat (15/11).

Korban yang mengidap penyakit jantung meninggal diduga lantaran shock dan setelah mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Tombatu.

"Kami mengonfirmasikan berdasarkan laporan dokter jaga, ada satu orang warga meninggal pascagempa tadi malam," kata Kepala Puskesmas Tombatu John Munaiseche di Minahasa Tenggara. Dikutip dari Antara.

Ia mengungkapkan dugaan meninggalnya korban karena shock setelah terjadinya gempa tersebut.

"Jadi korban ini berdasarkan informasi mempunyai riwayat penyakit jantung. Ketika terjadi gempa korban shock dan langsung dilarikan ke Puskesmas Tombatu untuk mendapatkan perawatan," ujarnya.

Petugas di Puskesmas Tombatu telah melakukan tindakan medis, namun sayangnya nyawa Sintia tidak bisa terselamatkan.

"Kami sudah melakukan upaya medis semaksimal mungkin, sesuai dengan prosedur. Tapi nyawa korban tak bisa diselamatkan," ujarnya.

Sementara itu dampak lainnya dari gempa di Minahasa Tenggara, sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

"Kami masih melakukan pendataan dampak dari gempa ini. Nanti segera kami sampaikan," kata Sekretaris BPBD Minahasa Tenggara Jolly Tumiwa. (mdk/cob)

Baca juga:
Belasan Rumah dan 3 Tempat Ibadah di Maluku Utara Rusak Akibat Gempa
Aktivitas Warga di Halmahera Barat, Ternate dan Bitung Kembali Normal
BMKG Catat 79 Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
Gempa di Maluku Utara Akibat Penyesaran dalam Lempeng Laut
Kurun Waktu Sekitar 30 Menit, Jailolo Diguncang 3 Kali Gempa

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.