Pengiriman Brimob ke Intan Jaya untuk Buru KKB Terkendala Keterbatasan Penampungan

Pengiriman Brimob ke Intan Jaya untuk Buru KKB Terkendala Keterbatasan Penampungan
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpaw meninjau Pilkada Boven Digoel. ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 10 Februari 2021 17:08 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Kepala Polda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw, mengakui, pengiriman personel tambahan ke Intan Jaya masih terkendala beberapa faktor, di antaranya keterbatasan tempat penampungan.

"Memang benar kesulitan utama mengirim pasukan ke wilayah itu adalah tempat penampungan yang bisa menampung personel yang ditugaskan ke wilayah itu," kata Paulus, di Jayapura, Papua, Rabu (10/2).

Ia menyatakan, karena itulah mereka sudah meminta kepada bupati Intan Jaya untuk menyediakan tempat yang bisa menampung personel yang ditugaskan.

Menurut dia, personel Brigade Mobil yang bertugas di Intan Jaya terus bersinergi dengan satuan lain yang juga bertugas di wilayah itu.

Apalagi saat ini daerah itu menjadi tempat berkumpul beberapa kelompok bersenjata termasuk yang selama ini beroperasi di Kali Kopi, Kabupaten Mimika yakni kelompok Sabinus Waker.

"Polda Papua memang berencana menambah personel Brimob namun belum dipastikan kapan direalisasikan karena menunggu kesiapan Pemda," kata Waterpauw.

Dikutip Antara, selama 2020 tercatat 23 kasus penembakan, penganiayaan, dan perampasan senjata api yang menewaskan 10 warga sipil dan tiga tentara. Sedangkan pada 2021 tercatat data dua kasus kontak tembak yang menewaskan tiga personel Batalion Infantri 400/BR, dan satu warga sipil.

Baca Selanjutnya: Satgas Nemangkawi akan Dipimpin Kapolda...

Halaman

(mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami