Pengungsi Gempa Pertanyakan Keberadaan Bupati Mamuju Habsi Wahid

Pengungsi Gempa Pertanyakan Keberadaan Bupati Mamuju Habsi Wahid
Pengungsi Gempa Sulawesi Barat. ©2021 Merdeka.com/Ahmad Udin
PERISTIWA » MAKASSAR | 23 Januari 2021 19:30 Reporter : Ahmad Udin

Merdeka.com - Korban gempa di Kabupaten Mamuju dan Majene masih bertahan di pengungsian. Kebutuhan hidup mereka sebagian telah tertutupi dengan adanya dapur umum. Namun keberadaan Bupati Mamuju, Habsi Wahid dipertanyakan oleh pengungsi.

Salah seorang pengungsi di Stadion Manakarra Mamuju, Baso Paulle mengatakan, kebutuhan hidup di pengungsian bersama dengan delapan anggota keluarganya tidak berkekurangan. Alasannya karena ada dapur umum.

Namun, dia mengungkapkan, hingga hari ini tidak pernah melihat kunjungan Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahid di tenda pengungsian. Sekadar untuk melihat kondisi masyarakat Mamuju.

"Selama saya di sini mengungsi, saya tidak pernah melihat Bupati Mamuju Pak Habsi Wahid datang melihat pengungsi di Stadion. Sebenarnya pak bupati datang melihat kami di pengungsian, biar tidak bawa apa-apa yang penting kami dilihat di pengungsian," katanya kepada Merdeka.com, Sabtu (23/1).

Senada, pengungsi lainnya, Eny mengaku selama di tempat pengungsian tidak pernah melihat kunjungan Bupati Mamuju, yang datang melihat langsung pengungsi di Stadion Manakarra.

"Ini banyak yang tanya - tanya, kenapa pak bupati tidaknya melihat kita disini. Seharusnya pak bupati harus hadir di sini melihat warganya yang mengungsi di Stadion, meskipun datang tidak bawa bantuan, nah senang ki juga kalau datang di sini di tengok- tengok," ujarnya.

Sedangkan, salah seorang mantan tim relawan pasangan calon bupati Mamuju nomor urut 2, atas nama Salma. Dia juga mempertanyakan kehadiran bupati Mamuju di kamp pengungsi di Stadion Mamuju.

"Saya juga heran pak, kok pak bupati tidak hadir di sini melihat kami di tenda pengungsian. Ya tidak perlu bawa Sembako, cukup melihat kondisi kami di.pengungsian sudah cukup senang hati," tuturnya, yang ditemui di tengah pengungsian.

Merdeka.com mencoba melakukan upaya konfirmasi lewat sambungan telepon bupati Mamuju, Habsi Wahid di nomor kontak pribadinya, masuk namun tidak diangkat.

Sementara itu, Kabid Humas Pemda Mamuju, Andi Rasmuddin mengatakan, Bupati Mamuju, Habsi Wahid selama gempa dirinya sibuk dengan keluarganya. Pasalnya istri Habsi kritis di salah satu rumah sakit di Makassar.

Namun selama ini, dia menambahkan, Habsi sempat pulang pergi Mamuju-Makassar. Bahkan belum lama ini Habsi sempat membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanganan gempa, yang diketuai oleh Sekda Mamuju.

"Satgas penanganan gempa Mamuju sudah dibentuk yang bentuk sendiri adalah pak bupat sendiri. Dan ketua Satgas, diserahkan sama pak Sekda Mamuju. Saat ini pak bupatinya lagi di Makassar dan beliau bolak balik. Karena istrinya mama Ari lagi kritis di rumah sakit Makassar," pungkas Rasmuddin. (mdk/fik)

Baca juga:
Tak Bergantung Bantuan, Korban Gempa Mamuju Mengais Rezeki dari Reruntuhan Bangunan
VIDEOGRAFIS: Kerusakan Alam Sebabkan Rentetan Bencana di Indonesia
BMKG Ungkap Sesar Mamuju Pernah Timbulkan Gempa Tahun 1969
BMKG Pastikan Gempa di Sulut Tak Dipicu Gempa di Sulbar
Barang Milik Negara Rusak Akibat Gempa, Pemerintah Segera Ajukan Klaim Asuransi
BNPB Minta Pemprov Sulbar Kebut Pendataan Rumah Warga Rusak Akibat Gempa M 6,2

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami