Pengunjung Pasar di Denpasar yang Tidak Pakai Masker Disuruh Pulang

Pengunjung Pasar di Denpasar yang Tidak Pakai Masker Disuruh Pulang
PERISTIWA | 6 April 2020 19:51 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Pembeli dan pedagang yang ketahuan tidak mengenakan masker di Pasar Kumbasari, Denpasar, Provinsi Bali diminta pulang oleh Tim Pengawas Perumda Pasar. Hal ini dilakukan sesuai rekomendasi dari Pemerintah Kota Denpasar dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait penggunaan masker untuk mencegah penyebaran corona.

"Iya tentu melihat kondisi saat ini dengan intensitas penyebaran virus corona, kami melaksanakan tindakan tegas sebagai upaya pencegahan," kata Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar IB Kompyang Wiranata saat dikonfirmasi, Senin (6/4).

Dia menerangkan, bahwa Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar sebelumnya telah melaksanakan sosialisasi dan penyebarluasan informasi kepada para pedagang, juru parkir, pengunjung dan tukang suwun (kuli panggul). Selanjutnya, pengawasan akan terus dilaksanakan guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker.

Selain itu, pasar di Kota Denpasar juga telah dibantu pengadaan masker melalui Gerakan 10.000 Masker dari K3S Kota Denpasar.

"Masyarakat dan seluruh elemen yang terlibat di pasar-pasar yang berada di wilayah Kota Denpasar agar meningkatkan kewaspadaan diri, dengan membiasakan diri menggunakan masker sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona," ujar Kompyang Wiranata.

Wajib Gunakan Masker

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra menerangkan, bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah telah bekerja sama dengan 50 pengusaha garmen di Bali untuk memproduksi masker kain untuk masyarakat.

"Kebijakan Pemerintah Pusat yang disampaikan kemarin sore bahwa masyarakat seluruh Indonesia tentu konteks di sini adalah masyarakat Bali (harus) menggunakan masker. Terutama, kalau sedang berada di luar rumah. Ini adalah bentuk update kebijakan mengikuti perkembangan tingkat resiko," kata Indra di Denpasar.

Indra menyampaikan, masyarakat cukup menggunakan masker kain. Masker kain harus rajin dicuci dengan deterjen dan paling lama memakai dalam waktu 4 jam.

"Kalau dulu kebijakan adalah masker digunakan untuk orang yang sakit atau yang PDP. Sekarang berkembang harus digunakan oleh seluruh masyarakat. Saya mengimbau, seluruh masyarakat Bali yang berada diseluruh pelosok Bali agar menggunakan masker terutama sekali ketika berada di luar rumah," ujar Indra. (mdk/cob)

Baca juga:
Pria di Filipina Ditembak Mati karena Tidak Pakai Masker Saat Hendak Diperiksa Corona
Melihat Pembuatan Masker dari Bahan Kain di Tangerang
Industri Kecil Ikut Produksi Masker dan APD, Bantu Pemerintah Perangi Covid-19
Gubernur DKI Jakarta Serukan Warga Wajib Gunakan Masker
Perlahan, Warga di DKI Mulai Patuhi Anjuran Pakai Masker
Ada Virus Corona, Sinar Mas Siap Produksi 1,8 Juta Masker per Bulan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami