Pengurus Mathla'ul Anwar Bantah Lokasi Penusukan Wiranto Sarang Teroris

PERISTIWA | 14 Oktober 2019 08:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menko Polhukam Wiranto ditusuk dua orang tak dikenal di alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten. Usut punya usut, dua pelaku telah terpapar paham ISIS. Tak berselang, kepolisian menyebut lokasi penusukan terhadap Wiranto itu termasuk sarang teroris.

Namun, Pengurus Besar (PB) Mathla'ul Anwar (MA) membantahnya. "Pak Wiranto sudah puluhan tahun aktif di Mathla'ul Anwar, beliau juga dewan penasehat MA. Pelakunya juga bukan warga Mathla'ul Anwar. Jadi jangan dikait-kaitkan dengan kami. Jika ada yang terpapar radikalisme, butuh juga penelitian. Jangan yang satu dua bulan bergabung (dengan MA), lalu dianggap bagian dari kami," kata Sekretaris PB MA, Oke Setiadi, dalam konferensi persnya di Rumah Makan S'Rizki, Kota Serang, Banten, Minggu (13/10).

Pihaknya mengklaim dalam mars MA berisikan pengabdian terhadap Pancasila dan Negara. Kemudian dasar agamanya Islam beraliran Aswaja, "Yang paling penting kami dari MA yang berdasarkan Aswaja. MA tidak hanya identik di Banten, ada hampir di seluruh Indonesia, kita juga punya perwakilan diluar negeri," jelasnya.

Sebelum Wiranto datang untuk meresmikan gedung perkuliahan baru MA, mantan Panglima ABRI itu pernah batal tiga kali datang ke Menes, Kabupaten Pandeglang. Hingga akhirnya menyempatkan diri datang ke Banten Selatan itu dan terjadilah tragedi penusukan oleh anggota dari JAD.

"Pak Wiranto sudah di jadwalkan lama dan sempat batal tiga kali. Kami memang mengundang masyarakat luas, pelaku itu mendengar bisa saja itu kan," kata Ketua Umum (Ketum) PB MA, Sadeli Karim, ditempat yang sama, Minggu (13/10/2019).

Meski begitu pihaknya tidak menyangkal bahwa Menes merupakan sarang dari Negara Islam Indonesia (NII), namun bukanlah sarang JAD.

"Kemudian masalah JAD, itu kan sebenernya menurut pakar terorisme, Menes itu bukan markas JAD. Kalau NII memang sudah lama, tapi tidak ada lagi sekarang," jelasnya.

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pesan Bijak Bella Saphira Usai Heboh Anggota TNI Dicopot Gara-Gara Postingan Istri
Penusukan Wiranto, Luhut Ngaku Tak Takut Bertemu Masyarakat
Kenakan Jaket Hitam, Menko Luhut Pandjaitan Jenguk Wiranto
Hendropriyono Sebut Aksi Terorisme Ingin Bikin Indonesia Hancur
Hasto: Jangan Ragu-ragu Tindak Aktor Intelektual di Belakang Gerakan Radikalisme
Serda Z Ditahan Sejak Kemarin, Berkas Istrinya Dikirim ke Polres Cimahi

(mdk/rhm)