Pengusaha Migas Asal Jakarta Kuasai 70 Persen Saham Persis Solo

PERISTIWA | 16 September 2019 08:05 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Tim kebanggaan wong Solo, Persis diharapkan bakal mengulangi kejayaan di masa lalu, setelah pengelolaan diambil alih manajemen baru. Adalah Vijaya Fitriyasa, pengusaha minyak dan gas (migas) asal Jakarta yang berjanji mewujudkan mimpi masyarakat Kota Solo tersebut.

Keseriusan Vijay, sapaan akrab Vijaya, mengelola Laskar Sambernyawa dibuktikan dengan membeli saham mayoritas di PT Persis Solo Saestu (PSS) sebesar 70 persen dari pemilik sebelumnya, Sigid Haryo Wibisono. Dengan pembelian saham mayoritas tersebut, Sigid kini tinggal memiliki 20 persen saham dan sisanya dimiliki oleh 26 klub internal Persis.

"Persis Solo ini tim besar, punya suporter fanatik yang luar biasa. Pionir, salah satu pendiri PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia). Saya ingin menjadikan Persis superklub, dari pengelolaan manajamen, klub, hingga menjadi sebuah industri sepakbola. Saya ingin Persis ke depan seperti klub elite Spanyol, Barcelona atau Real Madrid atau seperti di Liga Inggris," ujar Vijay saat konferensi pers di Alila Hotel, Solo, Minggu (15/9) malam.

Untuk mewujudkan ambisinya tersebut, Vijay mengaku telah menyiapkan dana besar hingga Rp 60 miliar, jika Persis naik ke Liga 1. Sebagai langkah awal, ia juga menunjuk mantan pemain PSIS Kahudi Wahyu menjadi asisten pelatih mendampingi Choirul Huda. Mereka berdua diberikan tugas membawa Persis lolos ke-8 besar.

"Waktunya memang mepet, Persis harus bisa ke-8 besar dulu. Pertandingan kandang harus menang dan tandang minimal seri. Kalau mau tambah pemain sudah tidak bisa, jadi kita maksimalkan yang ada," tandasnya.

Ke depan, Vijay berjanji akan mendatangkan pemain dan pelatih berkelas. Ia bahkan akan membuat akademi sepakbola, agar lahir pemain-pemain hebat dari Solo. Sebuah lahan di bekas markas Arseto Solo siap diambilalih jika dilepas pemiliknya.

"Kita sudah lobi satu pelatih asing yang pernah melatih salah satu timnas di Asean ini," katanya pria yang juga pemilik klub Jakarta United tersebut.

Sementara itu asisten pelatih Kahudi Wahyu berjanji segera menemui tim dan pelatih yang saat ini bermarkas di Stadion Wilis Madiun. Prestasi Persis yang terus mengalami kekalahan usai menjadi juara paruh musim, akan menjadi bahasan tersendiri.

"Kita akan bicara dengan pemain dan pelatih, apa yang menjadi problem selama ini. Saya yakin dengan tim ini, potensinya besar karena pernah jadi juara paruh musim," pungkas dia.

Baca juga:
Persis Solo jalin kerjasama dengan Bukalapak
Stadion Manahan direvitalisasi, Persis Solo ngungsi ke Madiun
Laga pembuka Liga 2 dipercaya bakal dibanjiri penonton
Liga 2 musim 2018 dibuka dengan laga Persis Solo vs Semen Padang

(mdk/cob)