Pengusaha Pariwisata Bali Usulkan Perayaan Tahun Baru Dibolehkan di Ruangan Terbuka

Pengusaha Pariwisata Bali Usulkan Perayaan Tahun Baru Dibolehkan di Ruangan Terbuka
Ilustrasi pesta kembang api. ©2021 AFP/Ferenc Isza
NEWS | 8 Desember 2021 22:02 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengusulkan agar perayaan malam tahun baru tetap boleh dilaksanakan. Syaratnya harus di ruangan terbuka.

Meski begitu, Partha menyatakan, sejauh ini belum menerima informasi dari pelaku usaha pariwisata di Bali akan menggelar even malam tahun baru.

"Belum sih, secara umum belum ada acara-acara karena khusus nanti Nataru kan tidak boleh dilakukan," kata Partha, saat ditemui di Kantor Bali Tourism Board (BTB), Denpasar, Bali, Rabu (8/12).

Partha yang juga Ketua Bali Tourism Board (BTB) memberikan saran kepada pemerintah agar event perayaan saat nataru diberikan izin agar para wisatawan bisa merayakannya dengan catatan ada beberapa syarat tertentu.

"Tapi, saran saya kenapa kita tidak coba adakan saja dengan beberapa parameter. Misalnya, adakan di ruangan terbuka diisi 50 persen, pakai antigen, tidak boleh alkohol, sampai jam dua misalnya. Sudah, kita share sih ke Kementerian Pariwisata masukannya. Seandainya bisa fleksibel, iya lakukan seperti itu," imbuhnya.

"Istilahnya perayaan tapi yang terkontrol. Toh setiap hari ada upacara odalan, ribuan orang datang. (Sejauh) ini baik-baik saja yang penting mirip-mirip seperti itu saja (terkontrol)," katanya.

Menurutnya, acara perayaan tahun baru bisa digelar di ruang terbuka seperti di hotel dan di pantai. Bila pelaku industri nanti diketahui melanggar protokol kesehatan izin bisa dicabut.

"Iya di ruang terbuka, kondisi 50 persen ditambah antigen, berat juga loh itu. Dan sifatnya harus mendaftar, kalau bisa ke Satgas. Artinya dibuka, jangan sembarang, justru kalau dia melanggar izinnya dicabut langsung, misalnya," ujarnya.

"(Ruang terbuka) di hotel kalau bisa, (iya) dikontrol, kalau pantai yang bisa. Monggo hanya untuk celebration," ujar Partha. (mdk/bal)

Baca juga:
PPKM Level 3 Nasional Saat Nataru Batal, Konsumsi Masyarakat Akhir Tahun Meningkat
Pembatalan PPKM Level 3 Akhir Tahun Tak Langsung Buat Kunjungan Wisata Naik Drastis
Ditetapkan PPKM Level 2, Pemkot Palembang Tutup Tempat Wisata saat Nataru
34 Kelab Malam di Bali Sepakat Tak Gelar Pesta Malam Tahun Baru
Dua Parameter Pembatalan PPKM Level 3 saat Natal dan Tahun Baru
Jabar Tetap Berlakukan Pengetatan Walau PPKM Batal, Begini Imbauan Ridwan Kamil
Jubir Menko Marves: PPKM Level 3 Nataru Batal, Vaksinasi Jawa-Bali Sudah Capai Target

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami