Pengusaha Penyuap Bupati Talaud Nonaktif Dituntut 2 Tahun Penjara

Pengusaha Penyuap Bupati Talaud Nonaktif Dituntut 2 Tahun Penjara
PERISTIWA | 21 Agustus 2019 13:38 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Pengusaha Bernard Hanafi Kalalo, terdakwa penyuap Bupati Kepulauan Talaud nonaktif Sri Wahyumi Maria Manalip dituntut dua tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan.

"Kami menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa Bernard Hanafi Kalalo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun dan pidana denda sejumlah Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Nanang Suryadi saat membacakan tuntutan terhadap Bernard di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (21/8) seperti dikutip Antara.

Menurut Jaksa, hal yang memberatkan, terdakwa Bernard tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. "Hal meringankan, terdakwa memberikan keterangan yang membantu membuat terang tindak pidana, berlaku sopan di persidangan, mempunyai tanggungan keluarga dan belum pernah dihukum," kata Nanang.

Jaksa menyebutkan terdakwa Bernard terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Jaksa menyatakan terdakwa Bernard memberikan suap kepada Sri Wahyumi dengan total sekitar Rp591 juta.

Rincian uang dan barang yang diberikan adalah uang Rp100 juta, 1 unit telepon selular (ponsel) satelit merek Thuraya beserta pulsa senilai Rp28 juta, tas tangan merek Channel senilai Rp97,36 juta, tas tangan merek Balenciaga senilai Rp32,995 juta, jam tangan merek Rolex senilai Rp224,5 juta, cincin merek Adelle senilai Rp76,925 juta dan anting merek Adelle senilai Rp32,075 juta. Totalnya mencapai sekitar Rp591 juta.

Tujuan pemberian hadiah tersebut adalah agar Sri Wahyumi membantu memenangkan perusahaan yang dipergunakan Bernard Hanafi Kalalo dalam lelang pekerjaan revitalisasi Pasar Lirung dan pekerjaan revitalisasi Pasar Beo Tahun Anggaran 2019.

Sidang akan dilanjutkan pada Rabu (28/8) dengan agenda nota pembelaan dari terdakwa Bernard dan penasihat hukumnya. (mdk/bal)

Baca juga:
Diperiksa Sebagai Tersangka, Sri Wahyumi Tebar Senyuman
Penyuap Bupati Talaud Jalani Sidang Lanjutan
KPK Kembali Periksa Penyuap Bupati Kepulauan Talaud
KPK Periksa Penyuap Bupati Kepulauan Talaud
Tersangka Timses Bupati Talaud Jalani Pemeriksaan Perdana Terkait Suap
Terjaring OTT, Tim Sukses Bupati Talaud Ditahan KPK

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami