Penipu Catut Nama Sekda Depok, Modus Tawarkan Program Hibah kepada Yayasan

Penipu Catut Nama Sekda Depok, Modus Tawarkan Program Hibah kepada Yayasan
Sekda Kota Depok Supian Suri. ©2022 Merdeka.com/Nur Fauziah
NEWS | 30 Juni 2022 00:30 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Aksi percobaan penipuan mencatut nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Supian Suri kembali terjadi. Pelaku yang berpura-pura pejabat Pemkot Depok itu dan menawarkan program hibah kepada yayasan dan meminta sejumlah uang.

Belum diketahui penipu yang mencatut nama Supian. Masyarakat diingatkan agar tidak langsung percaya jika ada pesan yang dikirimkan mengatasnamakan dirinya.

"Saya sampaikan dengan hormat, apabila ada yang mengatasnamakan saya (Supian Suri) selaku Sekretaris Daerah Kota Depok dengan nomor hp (handphone) 081358918221, dan menjanjikan memberikan hibah baik kelembagaan atau pribadi adalah tidak benar," katanya, Rabu (29/6).

2 dari 2 halaman

Bukan yang Pertama

Pencatutan nama ini bukan pertama kali. Pada Februari 2022 kasus serupa juga pernah terjadi. Saat ini modusnya adalah dana hibah untuk PAUD. "Yang pertama juga sama modusnya. Hanya saja dengan nomor hp yang berbeda," jelasnya.

Dia meminta agar warga tidak percaya begitu saja dan diimbau agar melakukan klarifikasi pada perangkat lingkungan agar diketahui pihak kelurahan atau kecamatan. “Modusnya menjanjikan memberikan dana hibah, baik secara kelembagaan dari Pemerintah Kota Pemkot Depok ataupun secara pribadi," ujarnya.

Supian mengaku mengetahui pencatutan namanya kemarin pagi setelah mendapat informasi dari temannya. Dia menegaskan tidak ada program seperti yang dijanjikan orang tersebut "Kemarin pagi ada teman yang WA nanya ini benar atau tidak. Saya jawab itu bukan nomor saya dan tidak ada program untuk kegiatan itu," tegasnya.

Sejumlah pejabat Depok juga pernah dijadikan korban serupa. Misalnya Wali Kota Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Imam Budi Hartono. "Yang paling sering tiga ini (wali kota, wakil wali kota dan sekda). Kayaknya modusnya ada alasan apa dan minta ditransfer,” ucapnya.

Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban pencatutan nama itu. Karena orang yang mendapat pesan selalu melakukan konfirmasi sehingga tercegah dari modus penipuan. "Belum ada korban, Alhamdulillah, karena mereka pada klarifikasi dulu," pungkasnya.

Baca juga:
Agar Utang Lunas, Perempuan di Bali Gandeng Suami Palsu Tanda Tangan Surat Perjanjian
Hakim PN Jaksel Minta Jaksa Jemput Paksa Terdakwa Dugaan Penipuan 2 Kali Mangkir
Waspada Penipuan Berkedok Pembaruan Layanan Tarif BRI, Saldo Rekening Bisa Terkuras
Polisi Klaim Telah Sita Semua Barang Bukti dari Indra Kenz
Indra Kenz Tiba di Kejari Tangsel, Mobil Ferari dan Tesla Turut Diserahkan Polisi
Jumlah Mama Muda Korban Kopi Darat Pria di Tangerang Bertambah, Ini Modus Pelaku

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini